SLOGAN KIM LUMAJANG

APA KABAR KIM LUMAJANG? MAJU TERUS, TANPA PAMRIH UNTUK LUMAJANG..!!!

BAKTI SOSIAL KIM KUNIR MAS BERSAMA SMK MIFTAHUL ISLAM

Kunir (Sabtu, 19 Maret 2016) KIM KUNIR MAS bekerja sama dengan KIM SINAR HARAPAN dan KLINIK MATA "TRITYA" Surabaya mengadakan bakti sosial pengobatan mata gratis yang ditempatkan di SMK Miftahul Islam Kunir.

Perkebunan Buah Naga Di Kunir

Suasanan Panen raya Kebun Buah Naga di Desa Kabuaran Kecamatan Kunir Kab. Lumajang.

BATIK KHAS KEC. KUNIR KAB. LUMAJANG

Batik Khas Kunir yang dihasilkan oleh NANIA MAKARTI JAYA yang di kelolah oleh Bpk. Munir sekarang ini sangat terkenal di kabupaten Lumajang.

ARTEFAK KUDA KENCAK SITUS KEDUNGMORO

Ditemukan relief di Desa Kedungmoro Kec. Kunir Kab. Lumajang tepatnya di lahan pembuatan batu bata. Lahan tersebut milik Bapak Tirsam di Dusun Kedungsari Desa Kedungmoro disewakan kepada Bapak Mulyono selama 4 tahun untuk pembuatan batu bata. Awal mula ditemukan oleh Bapak Supri pada hari kamis 10 oktober 2013 sekitar jam 10 pagi

Produk Unggulan Kripik Pisang Kulit (KPK)

KIM KUNIR MAS Kec. Kunir untuk membuat kripik pisang dengan kulitnya.

Senin, 29 Januari 2018

Rapat Koordinasi KIM Kunir Mas

Kondisi Rapat KIM Kunir Mas

Kunir, 29 Januari 2018. Menindaklajuti hasil pertemuan pengurus KIM “Sosialisasi Program Kegiatan KIM” tanggal 25 januari 2018 di ruang pertemuan PEMKAB Lumajang, maka KIM Kunir Mas mengadakan Rapat koordinasi pada hari senin tanggal 29 Januari 2018 pukul 13.00 WIB yang bertempat di pendopo Kecamatan Kunir. Rapat koordinasi KIM Kunir Mas dihadiri oleh seluruh anggota Kim Kunir Mas dan Bapak Kajad.Ssos selaku Sekcam Kunir. Pada rapat koordinasi ini di buka oleh ketua Kim Kunir Mas yaitu bu Senifah.

Informasi yang disampaikan yaitu mengenai bahwasannya  seluruh anggot KIM Kunir Mas setiap bulannya harus membuat minimal satu berita yang memuat 150 kata kemudian di apload ke blok Kim Kunir Mas. Sumber berita yang didapat dari berbagai kegiatan yang positif  misalnya kegiatan pada masing-masing desa atau mencakup wilayah kecamatan kunir. Batas akhir untu apload berita yang ditetapkan oleh kominfo yaitu sampai tanggal 10 setiap bulannya. Namun anggota Kim Kunir Mas telah menyepakati bahwa semua berita sudah di apload paling lambat tanggal 9 setiap bulannya.


Pada kesempatan yang sama pak Sekcam Kajad.Ssos memberikan masukan mengenai Kim Kunir Mas agar selalu menjaga kekompakan setiap anggota dengan anggota lainnya agar tetap terjalin komunikasi yang baik dan solid saling gotong royong  satu sama yang lain untuk mewujudkan cita-cita Kim Kunir Mas. Pak Sekcam sangat mendukung akan program ini. (Anggra)

Jumat, 26 Januari 2018

Rakor Kopwan Kec. Kunir

Kunir, 26 januari 2018. Rapat Koordinasi Koperasi Wanita (Kopwan) di kecamatan kunir dilaksanakan pada 25 januari 2018 bertempat di pendopo kecamatan kunir. Agenda tersebut dihadiri oleh 14 Kopwan yang tersebar di 11 desa. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu Tutuk As’at selaku Ibu Bupati Lumajang.

Sambutan Ibu Tutuk as'at
Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa “koperasi adalah tiang negara, diharapkan agar semua koperasi yang ada di lingkungan kec. kunir khususnya kopwan bisa berkembang hingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat”.

PERAN  koperasi wanita (Kopwan) di Indonesia cukup signifikan walaupun tidak banyak kopwan yang besar, namun keberadaannya  mampu membantu pemerintah dalam mengatasi masalah-masalah pengentasan kemiskinan  seperti, mengurangi pengangguran, perbaikan kesehatan, peningkatan pendidikan dan mengatasi masalah gender.  Keuletan, ketelitian dan kejujuran menjadi kunci kopwan  berkembang cepat.

Koperasi wanita yang berkembang dan konsisten dalam menjalankan prinsip dan nilai-nilai koperasi. Koperasi wanita pada umumnya memiliki kegiatan yang diorietasikan kepada pemenuhan kebutuhan dan pemecahan persoalan wanita baik yang bersifat konsumtif, produktif maupun kesehatan reproduksi. Keberhasilan pengelolaan unit simpan pinjam tersebut tidak saja menguntungkan kopwan yang bersangkutan, tetapi juga anggota, keluarga dan komunitas dimana kopwan tersebut berdiri.

Sementara Ibu Tutuk menjelaskan, “kopwan  mampu meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya. Wanita memiliki keunggulan khususnya dalam pengelolaan koperasi. Keunggulan tersebut mewujud dalam keuletan, kejujuran dan ketelitian dalam menangani berbagai dinamika persoalan kopwan. Dalam konteks kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan keluarga, peranan wanita menjadi sangat penting karena koperasi dapat menjadi salah satu wadah yang sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, disamping kegiatan koperasi juga dapat dijadikan sebagai media aktualisasi diri wanita”.


Dalam konteks kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan keluarga, peranan wanita sangat penting, karena koperasi dapat menjadi salah satu wadah yang sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, disamping kegiatan koperasi juga dapat dijadikan sebagai media aktualisasi diri wanita. (Senifah)

Kamis, 25 Januari 2018

Pengukuran kebugaran jamaah haji kecamatan kunir dan kecamatan tekung

Kamis,25 januari 2018 bertempat di puskesmas tekung di selenggarakan tes kebugaran jamaah haji yang terdiri dari 2 kecamatan yaitu kecamatan kunir dan kecamatan tekung yang di ikuti kurang lebih 150 calon jamaah haji.calon jamaah haji dari kecamatn kunir berjumlah 42 orang jumlah paling banyak calon jamaah haji di kunir adalah desa karanglo.

konsultasi hasil tes kebugaran
Dari hasil pemeriksaan kebugaran jamaah haji, masih banyak calon jamaah haji yang sudah lanjut usia, selesai oprasi, sakit dan sebagainya, sehingga untuk melakukan tes kebugaran tidak sempurna dikarenakan nmasih ada keluhan. Dan masih banyak dari calon jamaah mengalami hipertensi,obesitas dll. 





tes kebugaran jamaah haji




Dari beberapa jamaah mengkonsultasikan keluhan yang dialami mereka. Dari BKOR dan dari tim puskesmas kecamatan kunir  yang menangani tentang tes kebugaran di lapangan untuk mengetahui hasil tes kekuatan jantungparuh dari calon jamaah haji. Dan dari situ tim memberi arahan dan saran apa saja yang tidak boleh dikosumsi dan dilakukan oleh penderita hipertensi, obesitas dll. (siti)


Kamis, 18 Januari 2018

Program SMK MINI “Membatik”

Membatik jenis printing
Kunir, 18 Januari 2018. SMK Mini adalah program pendidikan yang bertujuan menciptakan kewirausahaan di Pondok Pesantren. Tiap SMK Mini menampung minimal 200 siswa yang diprioritaskan untuk santri, alumni ponpes, dan warga sekitar juga mengikuti pelatihan SMK Mini. Peserta didiknya tidak ada pungutan biaya.
SMK Miftahul Islam Kunir dibawah naungan Pondok Pesantren Miftahul Islam Kunir jumlah peserta didik sebanyak 450-an siswa. Memiliki program keahlian Pilihan: Teknik Komputer  Jaringan, Teknik Sepeda Motor, Tata Busana. Pelatihan Pengembangan SMK Mini di SMK Miftahul Islam Kunir selama 3 bulan (januari sampai maret 2018) terdiri 450 siswa (siswa kelas X-XI-XII, santri Pondok, alumni, masyarakat sekitar).
Membatik Jenis Tulis
Program SMK MINI di SMK Miftahul Islam Kunir bekerja sama dengan UD Makarti Jaya yang dipimpin oleh P. Munir. Beliau sudah memulai produksi batik di Kecamatan Kunir sudah hampir 20 tahun. Produk bati yang dijual beliau sudah merambah ke luar pulau. “Saya sangat senang dengan program SMK MINI Membatik, karena bias menularkan ilmu saya kepada generasi muda di Kecamatan Kunir” ungkapnya.
Drs. Sasmito selaku Kepala SMK Miftahul Islam Kunir menyampaikan bahwa “Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan Pemprov Jatim memberikan bantuan pengembangan SMK Mini dengan program keahlian pendalaman Pelatihan Batik Tulis dan Printing. Program SMK Mini ditempatkan pada Pondok Pesantren, karena para santri telah memiliki bekal ilmu agama yang mumpuni. Sudah barang tentu akhlak dan moralnya baik, sehingga pelatihan SMK Mini bakal menambah bekal mereka ketika suda tak menjadi santri terleih mampu kembangkan jiwa kewirausahaan. Pelatihan SMK Mini peserta akan mendapat materi mulai perencanaan, pengorganisasian kewirausahaan, pasar, kemitraan ,pemasaran”.
Pemprov Jatim mengembangkan SMK Mini atau Balai Latihan Kerja (BLK) plus untuk meningkatkan kualitas SDM. Pengembangan SMK Mini ini juga dipadukan dengan pendidikan di pesantren. Gubernur Jatim Soekarwo menyatakan fokus pendidikan SMK ini di bidang vokasional. Pendidikan dan kesehatan menjadi kunci penting bagi kemajuan sumber daya manusia (SDM). Dua hal ini sangat mempengaruhi kualitas SDM menjadi baik atau tidak. Sebab, jika pendidikan dan kesehatan rendah maka kualitas SDM juga berpengaruh. SMK mini kebanyakan gandeng dengan pondok pesantren. Karena pemerintah juga berkepentingan meningkatkan keterampilan dari para santri agar pascamondok mereka tidak kesulitan mencari pekerjaan. (Ali)

Rabu, 17 Januari 2018

Tehnologi ini Menjadikan Air Minum Sebagai Penangkal Radikal Bebas



Alat pengolahan air
Kunir, 17 Januari 2018. Adalah Arifi (47 thn) warga desa Kunir Kidul Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang berhasil menciptakan sebuah tehnologi yang dapat merubah air minum biasa menjadikan air minum yang dapat menyembukan berbagai macan penyakit akibat radikal bebas karena banyak mengkomsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat kimia berbahaya, bahkan air yang dihasilkan dari tehnologi ini juga menghasilkan air yang berfungsi sebagai perawatan wajah yang sangat cocok untuk perempuan.


Pria yang memiliki dua anak yang sehat-sehat ini mengaku hanya tamatan SMA ini mengawali penemuannya dari sebuah hobbi membuat eksperimen berbagai tehnologi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak diataranya, tehnologi pemanfaatan kotoran hewan menjadi Biogas dan tehnologi air laut menjadi air tawar.

Bapak Arifi
"Untuk tehnologi merubah air laut menjadi air tawar siap minum ini saya sedang proses MOU dengan seorang Kades di wilayah Kabupaten Probolinggo karena desanya berada di tengah laut, kalau ini sukses maka untuk kebutuhan air minum bagi penduduk setempat bisa dipenuhi dengan memanfaatkan tehnologi yang saya buat, ini sangat membanggakan sekaligus menjadikan kepuasan batin tersendiri karena bisa membantu sesama" demikian ungkapnya tentang tehnologi yang ia ciptakan dengan melalui eksperimen selama empat tahun. Dari tahun 2012 hingga tahun 2016.

Mulai tahun 2016 itulah dia mulai menjadikan hasil penemuannya sebagai lahan bisnis yang hingga sekarang sudah dapat menopang kebutuhan keluarganya dan membiayai kedua anaknya yang masih sekolah. "Saya berharap sekali pada pemerintah agar mau ikut mempromosikan karya wong dheso tapi ndak dhesani ini ke berbagai instansi yang ada untuk bisa dimanfaatkan" demikian pungkasnya dengan nada berharap. (Irfan Hanafi)