SLOGAN KIM LUMAJANG

APA KABAR KIM LUMAJANG? MAJU TERUS, TANPA PAMRIH UNTUK LUMAJANG..!!!

BAKTI SOSIAL KIM KUNIR MAS BERSAMA SMK MIFTAHUL ISLAM

Kunir (Sabtu, 19 Maret 2016) KIM KUNIR MAS bekerja sama dengan KIM SINAR HARAPAN dan KLINIK MATA "TRITYA" Surabaya mengadakan bakti sosial pengobatan mata gratis yang ditempatkan di SMK Miftahul Islam Kunir.

Perkebunan Buah Naga Di Kunir

Suasanan Panen raya Kebun Buah Naga di Desa Kabuaran Kecamatan Kunir Kab. Lumajang.

BATIK KHAS KEC. KUNIR KAB. LUMAJANG

Batik Khas Kunir yang dihasilkan oleh NANIA MAKARTI JAYA yang di kelolah oleh Bpk. Munir sekarang ini sangat terkenal di kabupaten Lumajang.

ARTEFAK KUDA KENCAK SITUS KEDUNGMORO

Ditemukan relief di Desa Kedungmoro Kec. Kunir Kab. Lumajang tepatnya di lahan pembuatan batu bata. Lahan tersebut milik Bapak Tirsam di Dusun Kedungsari Desa Kedungmoro disewakan kepada Bapak Mulyono selama 4 tahun untuk pembuatan batu bata. Awal mula ditemukan oleh Bapak Supri pada hari kamis 10 oktober 2013 sekitar jam 10 pagi

Produk Unggulan Kripik Pisang Kulit (KPK)

KIM KUNIR MAS Kec. Kunir untuk membuat kripik pisang dengan kulitnya.

Tampilkan postingan dengan label Senifah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Senifah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Oktober 2018

SENAM BERSAMA DAN JALAN SANTAI DALAM RANGKA FESTIVAL BANJIR TAHU SEASON 2

( Bapak Bupati Lumajang )
Hari ini sabtu 27 Oktober 2018, Bertempat dilapangan kunir kidul telah dilaksanakan kegiatan senam bersama dan jalan santai yang merupakan rangkaian kegiatan dari Festival Banjir Tahu season 2.
Acara ini merupakan event tahunan  yang diadakan di desa kunir kidul. Panitia Festival Banjir Tahu season 2 ini bertekad dan yakin  akan membuat acara jauh lebih meriah dari tahun sebelumnya  dengan melihan antusias  dari masyarakat kunir kidul.
Senam bersama ini dihadiri oleh bupati lumajang, muspika kecamatan kunir , Kepala Desa se kecamatan kunir  ,TP PKK dan SKPD se kecamatan kunir, Siswa SD,SMP,SMA juga semua lapisan masyarakat se kecamatan kunir. 
Tepat pukul  06.00 bupati lumajang , Cak Thoriq sampai dilokasi lapangan kunir kidul. Selanjutnya kepala desa Kunir kidul meberikan sambutan, Ucapan terimakasih  kepada bupati lumajang Cak Thoriq yang bersedia hadir, Camat kunir, Kapolsek kunir,Danramil kunir juga semua yang ikut berpartisipasi dalam acara senam bersama ini. Sambutan yang Kedua oleh Camat kunir Bapak Sabar Santoso , beliau menyampaikan akan mendukung sepenuhnya untuk semua kegiatan diwilayah kecamatan kunir yang mana dalam kegiatan tersebut pastinya berdampak langsung dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat kunir kidul.
Selanjutnya sambutan dari Bupati Lumajang Cak Thoriq sekaligus nantinya bupati akan melepas pemberangkatan jalan sehat. Dalam sambutannya  beliau menegaskan bahwa Pemerintah kabupaten Lumajang akan memperbaiki Pelayanan dan Program program supaya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Beliau juga.
( senam bersama )
Menyampaikan Program yang bisa dinikmati masyarakat Lumajang diantaranya Persalinan gratis, pemberian seragam  dan SPP gratis bagi siswa SD ,SMP,SMA baik negeri maupun swasta.
Tepat pukul 07.00 kegiatan senam bersama dimulai . Bupati beserta rombongan meninjau ke Pelayanan Kependudukan, Kesehatan , KB dan Donor Darah dan selanjutnya Bupati melepas pemberangkatan jalan sehat.
Acara jalan santai beserta pembagian Hadiah dan doorprise berakhir pada pukul 11.30 dengan ISOMA dan selanjutnya akan dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan lain di Event Banjir Tahu Season 2 sampai 2 hari kedepan.

Selasa, 18 September 2018

KEGIATAN PELATIHAN KOMPUTER BERBASIS MASYARAKAT DARI DINAS TENAGA KERJA PROVINSI JAWA TIMUR

( sambutan narasumber provinsi jawa timur )
Pada hari ini selasa,18 September 2018 bertempat di balai desa Sukosari kecamatan Kunir kabupaten Lumajang telah dilaksanakan kegiatan pelatihan komputer berbasis masyarakat dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur.
Sebagai pelaksana kegiatan pelatihan komputer berbasis masyarakat ini adalah UPT Pelatihan Kerja Jember.
Dalam pembukaan pelaksanaan kegiatan ini dihadiri oleh:
1.Bpk Suparno S.Sos .Msi Kasi pelatihan dan Sertivikasi UPT pelatihan Jember
2.Bpk.Bahtiar S.Sos Kasi pengembangan dan Pemasaran UPT Pelatihan Kerja Jember
3.Bpk Kajat S.Sos sekcam kecamatan Kunir
4.Bpk Iswanto Kepala desa  Sukosari
5.Bpk Anton Babinsa Sukosari
( Narasumber Peserta Pelatihan )
Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan pelatihan komputer berbasis masyarakat Bpk Kajat menyampaikan ucapan terimakasih kepada BLK Jember yang sebagai pelaksana kegiatan ini. Ucapan terimakasih juga  disampaikan kepada kepala desa Sukosari yang telah memfasilitasi kegiatan pelatihan komputer. Untuk semua peserta pelatihan komputer sekcam kunir meminta para peserta mengikuti dengan sungguh - sungguh karena hasil dari pelatihan ini bisa digunakan sebagi alat atau pedoman untuk mencari pekerjaan. Ditambahkan juga oleh sekcam kunir bahwa di era globalisasi IT sangat diperlukan sebagai persyaratan yang wajib dimiliki oleh seorang karyawan atau pekerja.
Acara pembukaan ditutup pada pukul 11.00 dan dilanjutkan dengan pelaksanaan pelatihan oleh peserta hingga berakhir pukul 16.00.

Kamis, 16 Agustus 2018

PENGUKUHAN ANGGOTA PASKIBRAKA KECAMATAN KUNIR DAN TASYAKURAN

( upacara pengukuhan)
Pada hari kamis,16 Agustus 2018 bertempat  di pendopo kecamatan kunir dilaksanakan pengukuhan anggota Paskibraka tahun 2018. Acara Pengukuhan anggota Paskibaraka ini dimulai pada pukul 15.00 wib hingga selesai.
Undangan yang hadir :
Muspika kecamatan Kunir
Ketua PPHN Kecamatan Kunir
Kepala Instansi kecamatan kunir
Kepala Desa dan Sarimbit se kecamatan Kunir
Anggota PKK kecamatan Kunir
Toko masyarakat kecamatan Kunir.
Bertindak sebaga Pembina Upacara Pengukuhan Anggota paskibraka  Camat Kunir  Bapak Sabar Santoso S.sos
Prosesi Pengukuhan Anggota Paskibraka sebagai berikut 
1. Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara
2. Persiapan pasukan
3. Pembina upacara memasuki lapangan upacara
4. Laporan pemimpin upacara
5. Prosesi pengukuhan ( penciuman Bendera Merah Putih oleh seriap peserta
( penghormatan untuk sang merah putih)
pengukuhan,bersamaan dibacakannya Renungan suci oleh Protokol dan diiringi dengan lagu Bagimu negeri yang dinyanyikan semua peserta secara berulang ulang sampai acara prosesi selesai.
6. Pengucapan janji Taruna Merah Putih dan Panca bakti Taruna Sinatriya oleh petugas dan ditirukan oleh semua peserta Upacara.
7. Penyematan tanda Pengukuhan
8. Amanat pembina upacara
9. Laporan pemimpin upacara bahwa acara pengukuhan anggota paskibraka telah selesai.
10. Pembina upacara meninggalkan lapangan upacara.
11. Upacara selesai dan pasukan di istirahatkan.
Setelah acara pengukuhan ini selesai dilanjutkan dengan acara tansyakuran bersama semua undangan.
( upacara penutupan)
Dalam kegiatan ini juga bersamaan dengan kegiatan lomba tumpeng hias guna memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 73. Kegiatan lomba ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan pelaksanaannya bersamaan dengan kegiatan Pengukuhan Paskibraka. Lomba tumpeng hias ini diikuti oleh semua Desa se kecamatan kunir, lembaga - lembaga juga instansi yang ada di kecamatan Kunir.
Rangkaian acara berlangsung dengan tertip dan lancar dan selanjutnya. diakhiri dengan doa.










Jumat, 27 Juli 2018

Pembinaan Kelompok Olah Raga yang ada di kecamatan Kunir

(Kelompok olahraga puskesmas kunir)
Pada hari ini ,jum'at 27 Juli 2018 di balai desa Sukosari Puskesmas Kunir melaksanakan kegiatan Pembinaan Kelompok Olah Raga yang ada di kecamatan Kunir. Kegiatan ini merupakan salah satu program kegiatan  yang dilaksanakan Puskesmas Kunir bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dan BKOR -PIPPM Kabupaten Lumajang. Dalam Pembinaan ini Puskesmas Kunir mengundang sebagai peserta Kader Kesehatan dan Olah Raga (KESORGA) se Kecamatan Kumir,Kader kader di Desa juga bidan dan perawat yang terkait dengan kegiatan ini.
Adapun pelaksanaan kegiatan ini sebelum dibuka oleh kepala Puskesmas kunir diawali dengan kegiatan senam bersama dengan seluruh undangan yang hadir. Senam dilaksanakan dengan penuh semangat bersama instruktur senam saudari Jumilah selama 30 menit. Pelaksanaan senam ditutup dengan pendinginan sekaligus peserta diperkenankan untuk isomah 15 menit guna mempersiapkan pembukaan pembinaan kelompok Olah Raga ini.
(Kegiatan Senam bersama)
Acara pembinaan kelompok Olah Raga selajutnya di buka pada pukul 08.30 wib yang dibuka oleh kepala Puskesmas Kunir Dr.Irma. Dalam sambutannya beliau mengajak.masyarakat untuk gemar berolahraga, baik berupa senam atau olah raga lainnya minimal dalam keseharian aktifitas fisik sangat perlu dilakukan dalam kehidupan sehari hari secara rutin. Beliau menambahkan bahwa kegiatan kelompok olah raga ini harus dilestarikan  guna tercapai masyarakat yang sehat dan berkualitas. Diakhir sambutan beliau, ucapan terimakasih disampaikan kepada Kader Kesehatan dan Olah Raga (KESORGA) yang telah  mendampingi dan menjadi motor penggerak dalam proses penyehatan masyarakat yang dilakukan oleh Puskesmas Kunir.
Pada sesi kedua pembinaan disampaikan dari BKOR oleh Sdr.Bambang S.Pd KO. Dijelaskan tentang Penyakit Tidak Menular (PTM ). Penyakit tidak menular itu muncul dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat dan bisa juga karena Genetika ,tetapi bisa juga diperlambat jika pola hidupnya sehat. Diantaranya macam penyakit ini  Sroke,Diabetes,TB paru paru,Hipertensi dan komplikasi maupun saluran pernafasan bawah.
Pembinaan selanjutkan disampaikan   Bpk Siswo S.Pd KO. Pada kesempatan ini dijelaskan tentang gejala ,penyebab dan pengobatan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan  ( ISPA ).
 ISPA adalah Infeksi akut yang menyerang satu komponen saluran pernafasan  bagian atas. Bila terdapat gejala ISPA tersebut segera hubungi dokter. Untuk mencegah ISPA kita harus melakukan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan.
Acara pembinaan kelompok olahraga ini ditutup pada pukul 13.0. Dalam penutup ini Kepala puskesmas mengajak kader kesehatan (kesorga ) dan  untuk mengolaragakan masyarakat.

Sabtu, 02 Juni 2018

BAGI TAKJIL RAMADHAN DAN BUKA BERSAMADESA SUKOSARI KECAMATAN KUNIR

(Bagi-bagi takjil Desa Sukosari)
Berbagi takjil di jalanan memang sudah banyak dilakukan oleh setiap muslim di bulan ramadhan, walaupun itu hanya sekedar segelas air mineral atau minuman dingin. Warga yang melintas di jalanpun dengan sabar mengurangi laju kendaraannya saat mendekati warga yang membagikan takjil.
Seperti yang dilakukan segenap pemerintah desa Sukosari kecamatan Kunir pada hari sabtu tanggal 2 juni 2018 di ramadhan tahun ini, Bapak Iswanto selaku orang nomor 1 di desa kami menggagas ide bagi bagi takjil yang bekerja sama dengan paguyuban adventure trail motor yang beliau sendiri sebagai salah satu anggota paguyuban tersebut.
Ibu kepala desa bersama kader kader PKK desa Sukosari menyiapkan sejenis masakan tradisonal berupa kolak yang di bungkus dengan gelas plastik. Acara bagi bagi takjil di mulai pukul 16.00 wib bertempat di jalan raya depan  balai desa Sukosari kecamatan Kunir.
Terkumpul 1000 gelas kolak yang siap di bagikan kepada para pengguna jalan. Tanpa malu dan ragu para raider trail yang berjumlah hampir 50 orang ini membagi bagikan kepada para pengguna jalan yang melintas baik dari arah timur maupun dari arah barat. Dengan atribut kas raider trail, mereka hanya butuh waktu hampir 1 jam takjil itupun ludes dibagikan.
Tepat pukul 17.00 wib, para raider trail ini berkeliling melintasi desa Sukosari sambil menunggu kumandang adzan maghrib untuk melaksanakan acara berbuka puasa bersama di rumah kepala desa kami. Mudah mudahan acara berbagi takjil dan berbuka puasa bersama ini bisa mempererat tali persaudaraan antar sesama muslim.

Minggu, 13 Mei 2018

AIR DAN KEHIDUPAN

(Pemuda peduli lingkungan)
Desa Sukosari Kecamatan Kunir yang mayoritas berprofesi petani sangat membutuhkan air untuk mengolah sawah dan ladangnya, hal inilah yang menggerakkan hati beberapa pemuda sukosari untuk melestarikan dan menjaga keutuhan sumber mata air di desanya.
Menurut salah satu pemuda yang kami temui, sebenarnya ide ini muncul hasil dari cangkrukan ringan sesama teman. Mulailah si pemuda ini bercerita mulai awal kepada kami sebagai penulis.
Kira kira satu tahun yang lalu, seperti biasa kami sering ngobrol atau cangkrukan sesama teman dan tetangga di teras rumah. Ada yg menarik dari obrolan itu, kami bercerita masa lalu masa kecil kami yang lama dihabiskan di desa kecil kami desa Sukosari tercinta. Seperti biasa anak anak kecil di desa hidupnya pasti akrab dengan sawah, hutan, danau, sungai dan lain lain. Di desa kami ada nama salah satu waduk (dam) air yang cukup melegenda di desa Sukosari bagian barat yang berbatasan dengan desa Kunir lor, dam sekak. Ya dam sekak sangat akrab ditelinga anak anak ditahun kelahiran '80-'90an. Dam yang dulu sangat jernih dan dalam, kala itu. Banyak orang tua yang melarang anaknya untuk dekat dekat bermain apalagi mandi di dam sekak tersebut, tapi yang namanya anak anak tetap saja penasaran karena memang dam sekak sering di jadikan anak anak kala itu untuk bermain berenang di sana. Dam sekak mengalir dari barat ke timur melintasi desa sukosari. Sumber air di aliran dam sekak tersebut berpangkal di desa Kaliwungu kecamatan Tempeh. Di sebelah utaranya dam sekak kira kira 300 meter ada aliran sungai yang lebih kecil tapi tidak kalah jernih dengan dam sekak, sungai ini juga mengalir ke timur melintasi sawah ladang  para
petani desa Sukosari. Aliran ini berpangkal di sumber air yang berada tepat di belakang SMP Negeri 1 Kunir. Menurut pemuda pemuda ini, dulu aliran ini sering digunakan untuk mandi bagi mereka yang masih terlalu kecil atau yang tidak punya nyali besar untuk berenang di dam sekak. Lain dulu lain sekaran, itulah menurut pendapat para pemuda ini, seiring berjalannya waktu, dulu aliran ini debit airnya melimpah dan jernih, tapi sekarang debit airnya sangat sedikit, di musim penghujan saja kadang tidak mampu mengairi sawah dan ladang yang di lintasinya. Apa lagi untuk mandi, tidak menarik lagi bagi anak anak kecil jaman sekarang.
(Pemuda peduli lingkungan bersih)
Dengan melihat kondisi tersebut,  mulailah para pemuda ini melakukan 'risert' kecilnya. Usut punya usut ternyata berkurangnya debit air di sebabkan banyaknya kayu-kayu besar yang mati, semua tau kalau kayu itu sebagai penopang, sebagai penahan sumber air yang ada di bawahnya. Mengetahui hal itu para pemuda ini berfikir bagaimana caranya mengembalikan debit air agar tetap terjaga seperti dulu. Menanami kembali, penghijauan, itulah yang ada di benak mereka, akan tetapi jenis tumbuhan apa yang bisa tumbuh cepat dan bisa bertahan hidup lama? Beringin ( latin : ficus benyamina). Menurut para pemuda ini, mereka banyak menemui di aliran sungai di Lumajang di mana ada pohon beringin besar di bawahnya pasti ad sumber air yg mengalir. Mulailah para pemuda ini membuat bibit-bibit beringin dengan cara mencangkok, setelah 6 bulan berlalu mereka sudah punya puluhan bibit beringin yang siap di tanam.
Minggu, tanggal 13 Mei 2018 kemarin para pemuda ini melaksanakan penghijauan di sumber air tersebut yang letaknya tepat di belakang SMP Negeri 1 kunir. Walaupun secara geografis letak sumber air itu masuk wilayah desa Kunir lor, namun 100% sungai itu mengalir ke timur melintasi persawahan desa Sukosari. Satu hal yang lebih penting di benak para pemuda ini yaitu menyelamatkan sumber air yang kian hari kian menyusut debitnya, mereka melakukan dengan suka rela, tanpa imbalan, tanpa bayaran, mereka hanya yakin bahwa anak cucu mereka juga berhak menikmati sumber air itu. Di sini penulis hanya bisa berharap masih banyak lagi pemuda pemudi desa Sukosari yang peduli terhadap sumber mata air yang butuh pemeliharaan dan perhatian. Mudah mudahan apa yang sudah di lakukan segelintir pemuda ini bisa memberi manfaat kepada sesama untuk berpuluh puluh tahun ke depan.

Senin, 16 April 2018

Air dan Kehidupan




Desa Sukosari Kecamatan Kunir yang mayoritas berprofesi petani sangat membutuhkan air untuk mengolah sawah dan ladangnya, hal inilah yang menggerakkan hati beberapa pemuda sukosari untuk melestarikan dan menjaga keutuhan sumber mata air di desanya.
Menurut salah satu pemuda yang kami temui, sebenarnya ide ini muncul hasil dari cangkrukan ringan sesama teman. Mulailah si pemuda ini bercerita mulai awal kepada kami sebagai penulis.
Kira kira satu tahun yang lalu, seperti biasa kami sering ngobrol atau cangkrukan sesama teman dan tetangga di teras rumah. Ada yg menarik dari obrolan itu, kami bercerita masa lalu masa kecil kami yang lama dihabiskan di desa kecil kami desa Sukosari tercinta. Seperti biasa anak anak kecil di desa hidupnya pasti akrab dengan sawah, hutan, danau, sungai dan lain lain. Di desa kami ada nama salah satu waduk (dam) air yang cukup melegenda di desa Sukosari bagian barat yang berbatasan dengan desa Kunir lor, dam sekak. Ya dam sekak sangat akrab ditelinga anak anak ditahun kelahiran '80-'90an. Dam yang dulu sangat jernih dan dalam, kala itu. Banyak orang tua yang melarang anaknya untuk dekat dekat bermain apalagi mandi di dam sekak tersebut, tapi yang namanya anak anak tetap saja penasaran karena memang dam sekak sering di jadikan anak anak kala itu untuk bermain berenang di sana. Dam sekak mengalir dari barat ke timur melintasi desa sukosari. Sumber air di aliran dam sekak tersebut berpangkal di desa Kaliwungu kecamatan Tempeh. Di sebelah utaranya dam sekak kira kira 300 meter ada aliran sungai yang lebih kecil tapi tidak kalah jernih dengan dam sekak, sungai ini juga mengalir ke timur melintasi sawah ladang  para petani desa Sukosari. Aliran ini berpangkal di sumber air yang berada tepat di belakang SMP Negeri 1 Kunir. Menurut pemuda pemuda ini, dulu aliran ini sering digunakan untuk mandi bagi mereka yang masih terlalu kecil atau yang tidak punya nyali besar untuk berenang di dam sekak. Lain dulu lain sekaran, itulah menurut pendapat para pemuda ini, seiring berjalannya waktu, dulu aliran ini debit airnya melimpah dan jernih, tapi sekarang debit airnya sangat sedikit, di musim penghujan saja kadang tidak mampu mengairi sawah dan ladang yang di lintasinya. Apa lagi untuk mandi, tidak menarik lagi bagi anak anak kecil jaman sekarang.
Dengan melihat kondisi tersebut,  mulailah para pemuda ini melakukan 'risert' kecilnya. Usut punya usut ternyata berkurangnya debit air di sebabkan banyaknya kayu-kayu besar yang mati, semua tau kalau kayu itu sebagai penopang, sebagai penahan sumber air yang ada di bawahnya. Mengetahui hal itu para pemuda ini berfikir bagaimana caranya mengembalikan debit air agar tetap terjaga seperti dulu. Menanami kembali, penghijauan, itulah yang ada di benak mereka, akan tetapi jenis tumbuhan apa yang bisa tumbuh cepat dan bisa bertahan hidup lama? Beringin ( latin : ficus benyamina). Menurut para pemuda ini, mereka banyak menemui di aliran sungai di Lumajang di mana ada pohon beringin besar di bawahnya pasti ad sumber air yg mengalir. Mulailah para pemuda ini membuat bibit-bibit beringin dengan cara mencangkok, setelah 6 bulan berlalu mereka sudah punya puluhan bibit beringin yang siap di tanam.
Minggu, tanggal 13 April 2018 kemarin para pemuda ini melaksanakan penghijauan di sumber air tersebut yang letaknya tepat di belakang SMP Negeri 1 kunir. Walaupun secara geografis letak sumber air itu masuk wilayah desa Kunir lor, namun 100% sungai itu mengalir ke timur melintasi persawahan desa Sukosari. Satu hal yang lebih penting di benak para pemuda ini yaitu menyelamatkan sumber air yang kian hari kian menyusut debitnya, mereka melakukan dengan suka rela, tanpa imbalan, tanpa bayaran, mereka hanya yakin bahwa anak cucu mereka juga berhak menikmati sumber air itu. Di sini penulis hanya bisa berharap masih banyak lagi pemuda pemudi desa Sukosari yang peduli terhadap sumber mata air yang butuh pemeliharaan dan perhatian. Mudah mudahan apa yang sudah di lakukan segelintir pemuda ini bisa memberi manfaat kepada sesama untuk berpuluh puluh tahun ke depan.Senifah

Senin, 12 Maret 2018

Kegiatan Sosial Donor Darah Desa Sukosari

Ketua KIM Kunir Mas lagi donor darah

Kunir, 12 Maret 2018. Sebagai desa yang di merupakan desa siaga , desa Sukosari mempunyai berbagai kegiatan yang menunjang terciptanya sebagai desa siaga yang mandiri. Adapun salah satu dari kegiatan tersebut adalah kegiatan sosial donor darah.
Iswanto selaku kepala desa Sukosari berharap kegiatan ini bisa dipaksakan rutin dan berkelanjutan mengingat donor darah sangat membantu bagi pasien yang membutuhkan, lebih lanjut kades meminta semua staf desa jangan lebih giat mensosialisasikan kegiatan donor darah ini agar masyarat mulai mau peduli tentu saja ajakan ini dimulai dengan kesadaran perangkat sendiri untuk mendonorkan darahnya.

Kegiatan ini dilaksanakan di desa Sukosari sebagai kegiatan rutin yang pekaksanaannya dilakukan tiap 3 bulan sekali. Kegiatan donor darah ini melibatkan bayak pihak , terutama pengurus desa siaga yang menangani tersedianya darah yang dibutuhkan untuk masyarakat terutama bagi ibu hamil , termasuk ponkesdes juga kader- kader desa.
Adapun penentuan jadwal pelaksanaan donor darah bidan desa selaku pengelola ponkesdes berkoorginasi dengan PMI . Pemberitahuan untuk pendonor sendiri dilakukan oleh pemerintah desa melalui RT ,RW dan kader desa. Jadwal pelaksanaan kegiatan  petugas stanby dibalai desa dengan mobil PMI  dimulai jam 08.00 sampai jam 12.00. (Senifah)

Jumat, 02 Februari 2018

Penyaluran Buku Tabungan Dan ATM

Suasana Penyaluran Bantuan 
 Kunir, 02 Pebruari 2018. Bertempat di pendopo kecamatan kunir diselenggarakan kegiatan penyerahan tabungan dan ATM dari program keluarga sejahtera. Penyerahan diserahkan oleh pihak bank BNI bersama  Dinas sosial kabupaten Lumajang.

Adapun total penerima bantuan berupa buku tabungan dan ATM ini sejumlah 552 keluarga se kecamatan kunir. Pendampingan progra ini dibantu oleh   9 orang pendamping  PKH dari Dinas sosial.

Penyerahan secara simbolis diserahkan dan disaksikan oleh bapak camat kunir bapak Sabar Santoso ,yg mana dalam sambutan beliau mengatakan bahwa bantuan dari pemerintah kabupaten Lumajang ini diharapkan bisa digunakan dengan sebaik baiknya.


Dalam sambutnya beliau jg mengharapkan masyarakat bisa memanfaatkan dana bantuan program untuk kepetinga keluarga bukan buat foya foya. Dan diharapkan ada timbal balik dari masyarakat kepada pemerintah dengan mendukung semua program bupati. Sambutan ditutup dg penyerahan secara simbolis kepada penerima manfaat. (Senifah)

Jumat, 26 Januari 2018

Rakor Kopwan Kec. Kunir

Kunir, 26 januari 2018. Rapat Koordinasi Koperasi Wanita (Kopwan) di kecamatan kunir dilaksanakan pada 25 januari 2018 bertempat di pendopo kecamatan kunir. Agenda tersebut dihadiri oleh 14 Kopwan yang tersebar di 11 desa. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu Tutuk As’at selaku Ibu Bupati Lumajang.

Sambutan Ibu Tutuk as'at
Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa “koperasi adalah tiang negara, diharapkan agar semua koperasi yang ada di lingkungan kec. kunir khususnya kopwan bisa berkembang hingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat”.

PERAN  koperasi wanita (Kopwan) di Indonesia cukup signifikan walaupun tidak banyak kopwan yang besar, namun keberadaannya  mampu membantu pemerintah dalam mengatasi masalah-masalah pengentasan kemiskinan  seperti, mengurangi pengangguran, perbaikan kesehatan, peningkatan pendidikan dan mengatasi masalah gender.  Keuletan, ketelitian dan kejujuran menjadi kunci kopwan  berkembang cepat.

Koperasi wanita yang berkembang dan konsisten dalam menjalankan prinsip dan nilai-nilai koperasi. Koperasi wanita pada umumnya memiliki kegiatan yang diorietasikan kepada pemenuhan kebutuhan dan pemecahan persoalan wanita baik yang bersifat konsumtif, produktif maupun kesehatan reproduksi. Keberhasilan pengelolaan unit simpan pinjam tersebut tidak saja menguntungkan kopwan yang bersangkutan, tetapi juga anggota, keluarga dan komunitas dimana kopwan tersebut berdiri.

Sementara Ibu Tutuk menjelaskan, “kopwan  mampu meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya. Wanita memiliki keunggulan khususnya dalam pengelolaan koperasi. Keunggulan tersebut mewujud dalam keuletan, kejujuran dan ketelitian dalam menangani berbagai dinamika persoalan kopwan. Dalam konteks kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan keluarga, peranan wanita menjadi sangat penting karena koperasi dapat menjadi salah satu wadah yang sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, disamping kegiatan koperasi juga dapat dijadikan sebagai media aktualisasi diri wanita”.


Dalam konteks kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan keluarga, peranan wanita sangat penting, karena koperasi dapat menjadi salah satu wadah yang sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, disamping kegiatan koperasi juga dapat dijadikan sebagai media aktualisasi diri wanita. (Senifah)