SLOGAN KIM LUMAJANG

APA KABAR KIM LUMAJANG? MAJU TERUS, TANPA PAMRIH UNTUK LUMAJANG..!!!

BAKTI SOSIAL KIM KUNIR MAS BERSAMA SMK MIFTAHUL ISLAM

Kunir (Sabtu, 19 Maret 2016) KIM KUNIR MAS bekerja sama dengan KIM SINAR HARAPAN dan KLINIK MATA "TRITYA" Surabaya mengadakan bakti sosial pengobatan mata gratis yang ditempatkan di SMK Miftahul Islam Kunir.

Perkebunan Buah Naga Di Kunir

Suasanan Panen raya Kebun Buah Naga di Desa Kabuaran Kecamatan Kunir Kab. Lumajang.

BATIK KHAS KEC. KUNIR KAB. LUMAJANG

Batik Khas Kunir yang dihasilkan oleh NANIA MAKARTI JAYA yang di kelolah oleh Bpk. Munir sekarang ini sangat terkenal di kabupaten Lumajang.

ARTEFAK KUDA KENCAK SITUS KEDUNGMORO

Ditemukan relief di Desa Kedungmoro Kec. Kunir Kab. Lumajang tepatnya di lahan pembuatan batu bata. Lahan tersebut milik Bapak Tirsam di Dusun Kedungsari Desa Kedungmoro disewakan kepada Bapak Mulyono selama 4 tahun untuk pembuatan batu bata. Awal mula ditemukan oleh Bapak Supri pada hari kamis 10 oktober 2013 sekitar jam 10 pagi

Produk Unggulan Kripik Pisang Kulit (KPK)

KIM KUNIR MAS Kec. Kunir untuk membuat kripik pisang dengan kulitnya.

Tampilkan postingan dengan label Potensi Kec. Kunir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Potensi Kec. Kunir. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Oktober 2018

FESTIVAL ALBANJARI DESA KUNIR KIDUL

( Grub albanjari )

Kunir, 27 oktober 2018, hari ini sabtu diselenggarakan acara festival Albanjari dalam rangka memperingati festival Banjir Tahu yang ke-2 Desa Kunir Kidul tepatnya diselenggarakan di lapangan Desa Kunir Kidul. Yang diikuti oleh puluhan grub albanjari se kabupaten lumajang.

Festival ini merupakan salah satu cara Desa kunir untuk terus menumbuhkan semangat anak-anak muda dalam berkarya dan mengeksplore bakat musik islami mereka.

Dengan kegiatan ini diadakan dengan harapan agar kecintaan musik Islami terus tumbuh di kalangan pemuda dan masyarakat. Apalagi potensi bermusik hadrah di lingkungan pemuda saat ini mulai cukup besar.

“Kesenian hadrah merupakan salah satu kesenian khas islami yang selalu mendapat tempat di hati umat Islam. Seni ‘terbang’ yang berirama menghentak, rancak, dan variatif membuat kesenian menjadi alternatif baru bagi anak muda dalam bermain musik. Hingga detik ini hadrah yang berasal dari kota banjar ini mulai banyak diminati pelajar dan bahkan menjadi ekskul di sekolah-sekolah, pondok pesantren maupun sejumlah perguruan tinggi,” 

( Festival Albanjari bersholawat )
Selain itu, ajang ini juga bisa sebagai sarana konsolidasi dan silahturahmi antar pemuda dan masyarakat

“Dengan ajang ini mereka bisa mengukur kemampuannya yang tidak hanya jago di lingkungan sendiri, tapi bisa beradu dan bersanding dengan grub albanjari yang lain untuk bertukar pengalaman memainkan musik religi,” 
Setiap grup terdiri dari 10 orang ini akan membawakan dua lagu, yang pertama sholawat dengan iringan musik albanjari (hadrah dan bass).

Lagu kedua adalah lagu yang dikolaborasikan dengan musik non elektrik (perkusi). Seperti keplak, marawis, calte, dumbuk, jimbe, bas, tamborin, dan tamtam.

( Lomba Mewarnai )
“Mereka akan tampil kurang lebih 12 menit di atas panggung. Festival ini dimulai dari pukul 08.00 – 22.00 WIB. Mereka yang tampil membawakan sebuah lagu-lagu hadrah islami yang indah dengan beragam kolaborasi dan variasi yang berbeda antar grub.
Acara festival Albanjari ini berlangsung meriah dihadiri oleh banyak masyarakat dari berbagai kalangan, tidak hanya itu saja tetapi pada malam itu ada kegiatan lomba mewarnai untuk tingkatan kanak - kanak usia dini. Kami berharap acara ini bisa terus sukses dan berkelanjutan untuk tahun-tahun berikutnya.


Jumat, 12 Oktober 2018

Pensiun Bukan Akhir Pengabdian Seorang PNS



            Kunir, 12 Oktober 2018. Pensiun bukan merupakan masa untuk berhenti berkarya. Pensiun juga bukan masa yang hanya diisi dengan istirahat menikmati jerih payah selama aktif menjadi PNS. Sebaliknya, masa untuk melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat dengan waktu luang yang sangat banyak.
Bapak Munir seorang pensiunan guru SDN 04 Kunir Kudul, purna tugas di bulan agustus 2018. Bertempat di desa kunir kidul, beliau terus berkreasi untuk negeri ini dengan melakukan pembinaan pelatihan batik untuk anas sekolah. Adapaun anak didikanya sebanyak 150 orang terdiri dari siswa tingkat SMA. Kegiatan pelatihan dilaksanakan sore hari setelah jam pulang sekolah.
“Untuk melestarikan warisan budaya bangsa yang tak ternilai ini, perlu ditanamkan kecintaan pada seni budaya, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satunya adalah dengan memberikan pengenalan maupun pelatihan membatik. Bagi anak-anak, mengikuti pelatihan membatik akan membangun daya imajinasi, koordinasi, keseimbangan dan motorik. Tentu saja harus dengan pengarahan dari ahli membatik yang sudah professional dan berpengalaman.” pesan beliau saat melatih batik.

Sebagai warisan luhur budaya bangsa Indonesia, batik kini sudah dikenal di seluruh penjuru dunia. Terlebih lagi, sejak tahun 2 Okober 2009, UNESCO meresmikan batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan  Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Oleh sebab itu di Indonesia, pada tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari batik nasional dimana semua orang dianjurkan memakai pakaian batik.

Batik yang sejak lama telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) adalah hasil kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi. Awalnya tradisi membatik merupakan tradisi turun temurun. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang, seperti motif yang hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Harapan Bapak Munir yaitu agar terbentuk UMKM baru di lingkungan kec. Kunir. Anak – anak adalah asset negara, oleh karena itu perlu adanya sebuah kegiatan peningkatan SDM sejak dini. Generasi baru manjadi madiri, kreatif, mampu berwirausaha dan terus manjaga warisan budaya bangsa Indonesia. (Ali)

Senin, 28 Mei 2018

PASAR RAMADHAN KECAMATAN KUNIR

penjual baju dan sepatu
Kunir, 25 mei 2018, pasar ramadhan sudah mulai di buka, pasar ramadhan adalah pasar yang di buka pada malam hari mulai pukul 18.00 s/d 22.30 bertempat di depan pasar kunir, pasar ramadhan kali ini adalah pasar ramadhan ke 6, pasar ramadhan sudah mulai pada tahun 2012 sampai saat ini. Dan Cuma ada pada waktu ramadhan saja, masyarakat sekitar terutama masyarakat kecamatan kunir sudah merasa terbantu tidak harus jauh jauh berbelanja kebutuhan ramadhan ke kota, karena dipasar ramadhan sudah banyak penjual dari yang menjual snake, baju, kopyah,sarung, sandal dan sepatu, tas dan kerudung dll.banyak masyarakat berbondong bondong untuk berbelanja baju dewasa dan anak anak. Dan disana juga tersedia tempat bermain anak, pada pukul 18.00 s/d 22.00 di sepanjang jalan depan pasar kunir di padati pengunjung / masyarakat yang berbelanja.dan kondisi lalulintas sangat macet. Untuk para pengendara roda empat untuk berhati – hati saat melintas di jalan tersebut, dikarenakan banyak masyarakat yang membawa anak balita dan anak – anak.(Siti)
kondisi pasar ramadhan




Rabu, 28 Maret 2018

Kesenian Reog Desa Sukosari

Kesenian Reog

Kunir, 28 Maret 2018. Kata yang sudah tidak asing lagi bagi warga Lumajang, khususnya Lumajang bagian selatan. Sudah banyak para pejuang kebudayaan yang masih exis untuk melestarikan kebudayaan daerah khususnya seni REOG yang semakin hari semakin terlindas dan tersisihkan oleh modernisasi. Ada yang menarik di desa Sukosari kecamatan kunir, terutama di Dusun Sukodadi, ada dua paguyuban seni Reog yang masih exis, paguyuban seni Reog DAMAR JINGGO dan SINGO ROJOWONO.

Adalah SEFRIN yang usianya baru menginjak 22 tahun, warga Dusun Sukodadi RT 10 RW 3 Desa Sukosari Kecamatan Kunir kabupaten Lumajang, masih muda, lajang, yang saat ini bertekad melestarikan kebudayaan seni REOG yang baru dua bulan usia paguyuban seni Reog yang dipimpinnya. Menurutnya, setelah bermusyawarah dengan para anggota dan keluarga besar paguyuban reognya, ia memberi nama Paguyuban Seni Reog SINGO ROJOWONO. Apa yang menjadi motifasinya sehingga dia (Seprin) diusianya yang masih sangat belia sudah bertekad untuk menjadi Punggawa (baca: juragan Reog) paguyuban Reog.

Menurut Pak Ketang (orang tua Sefrin) yang sehari harinya bekerja sebagai petani, dia tidak menyangka kalau anak pertamanya begitu sangat sayang dan cinta kepada kesenian Reog, mulai kecil memang suka melihat Reog pada acara hajatan di desanya,  hingga menginjak remaja anak pertama dari dua bersaudara ini bergabung kepada paguyuban seni Reog di Kecamatan Tempeh. Hingga keinginannya untuk mendirikan sendiri paguyuban seni Reog di dukung sepenuhnya oleh Pak Ketang selaku ketua RT 10 sekaligus orang tua Sefrin dan itu di buktikan dengan terdaftarnya nama Paguyuban Seni Reog SINGO ROJOWONO di Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang atas nama KETANG.

Menurut Sefrin, dia sudah bertekad untuk melestarikan kebudayaan Seni Reog yang di pimpinnya, meskipun tidak mudah untuk melaksanakan niatnya, namun dia optimis bisa mengambil hati penggemarnya karena paguyuban yang dipimpinnya ini mayoritas anggotanya masih seusianya dan berjanji akan menyuguhkan hiburan seni REOG yang lebih modern dan atraktif. Dia akan banyak belajar dari paguyuban seni Reog DAMAR JINGGO yang sudah bertahun tahun melanglang buana di Kabupaten Lumajang maupun diluar Kabupaten Lumajang. Namun demikian, dia berharap mendapat perhatian khusus dari pemerintah kabupaten Lumajang khususnya dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang untuk lebih memperhatikan nasib seniman seniman muda khususnya pegiat seni Reog yang tersebar di seluruh Kabupaten Lumajang. Semangat dan bravo seni Reog Kabupaten Lumajang. (Nanang)

Selasa, 06 Februari 2018

Musrenbangcam Kecamatan Tahun Anggaran 2019

Kunir, 06 Pebruari 2018. Bertempat dipendopo Kecamatan Kunir Murenbangcam Kecamatan Kunir dilaksanakan. Acara yang dipimpin oleh sekcam Kecamatan Kunir Kajad. Ssos ini cukup mendapat apresiasi oleh para undangan dari masing-masing desa yang berada dalam wilayah Kerja kecamatan kunir.

Sebagai tindak lanjut dari Musrenbangdes yang telah dilaksanakan bulan lalu maka musrenbangcam adalah merupakan mengumpulan dari hasil dari Musrenbangdes yang selanjutnya akan dibawa ke mursenbang Kabupaten, demikian ungkap Kajad.Ssos seusai memimpin rapat.

"Namun begitu banyaknya usulan yang dibawa ke murenbangcam ini saya mohon pada kepala desa untuk segera membuat usulan preoritas tiga sampai lima. usulan untuk segera dibawa ke forum musrenbang Kabupaten oleh bapak camat" demikian beliau menambahkan

Musrenbangcam kali tahun masih banyak didominasi usulan pembangunan sektor fisik sisanya sektor non fisik sedikit sekali harapanya semoga sektor pemberdayaan masyarakat tahun depan menjadi hal yang paling diperhatikan. (Joni)

Musrenbangcam Kecamatan 2019


Kunir, 06 Pebruari 2018. Bertempat dipendopo Kecamatan Kunir Murenbangcam Kecamatan Kunir dilaksanakan. Acara yang dipimpin oleh sekcam Kecamatan Kunir Kajad. Ssos ini cukup mendapat apresiasi oleh para undangan dari masing-masing desa yang berada dalam wilayah Kerja kecamatan kunir.

Sebagai tindak lanjut dari Musrenbangdes yang telah dilaksanakan bulan lalu maka musrenbangcam adalah merupakan mengumpulan dari hasil dari Musrenbangdes yang selanjutnya akan dibawa ke mursenbang Kabupaten, demikian ungkap Kajad.Ssos seusai memimpin rapat.

"Namun begitu banyaknya usulan yang dibawa ke murenbangcam ini saya mohon pada kepala desa untuk segera membuat usulan preoritas tiga sampai lima. usulan untuk segera dibawa ke forum musrenbang Kabupaten oleh bapak camat" demikian beliau menambahkan

Musrenbangcam kali tahun masih banyak didominasi usulan pembangunan sektor fisik sisanya sektor non fisik sedikit sekali harapanya semoga sektor pemberdayaan masyarakat tahun depan menjadi hal yang paling diperhatikan. (Joni)

Kamis, 18 Januari 2018

Program SMK MINI “Membatik”

Membatik jenis printing
Kunir, 18 Januari 2018. SMK Mini adalah program pendidikan yang bertujuan menciptakan kewirausahaan di Pondok Pesantren. Tiap SMK Mini menampung minimal 200 siswa yang diprioritaskan untuk santri, alumni ponpes, dan warga sekitar juga mengikuti pelatihan SMK Mini. Peserta didiknya tidak ada pungutan biaya.
SMK Miftahul Islam Kunir dibawah naungan Pondok Pesantren Miftahul Islam Kunir jumlah peserta didik sebanyak 450-an siswa. Memiliki program keahlian Pilihan: Teknik Komputer  Jaringan, Teknik Sepeda Motor, Tata Busana. Pelatihan Pengembangan SMK Mini di SMK Miftahul Islam Kunir selama 3 bulan (januari sampai maret 2018) terdiri 450 siswa (siswa kelas X-XI-XII, santri Pondok, alumni, masyarakat sekitar).
Membatik Jenis Tulis
Program SMK MINI di SMK Miftahul Islam Kunir bekerja sama dengan UD Makarti Jaya yang dipimpin oleh P. Munir. Beliau sudah memulai produksi batik di Kecamatan Kunir sudah hampir 20 tahun. Produk bati yang dijual beliau sudah merambah ke luar pulau. “Saya sangat senang dengan program SMK MINI Membatik, karena bias menularkan ilmu saya kepada generasi muda di Kecamatan Kunir” ungkapnya.
Drs. Sasmito selaku Kepala SMK Miftahul Islam Kunir menyampaikan bahwa “Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan Pemprov Jatim memberikan bantuan pengembangan SMK Mini dengan program keahlian pendalaman Pelatihan Batik Tulis dan Printing. Program SMK Mini ditempatkan pada Pondok Pesantren, karena para santri telah memiliki bekal ilmu agama yang mumpuni. Sudah barang tentu akhlak dan moralnya baik, sehingga pelatihan SMK Mini bakal menambah bekal mereka ketika suda tak menjadi santri terleih mampu kembangkan jiwa kewirausahaan. Pelatihan SMK Mini peserta akan mendapat materi mulai perencanaan, pengorganisasian kewirausahaan, pasar, kemitraan ,pemasaran”.
Pemprov Jatim mengembangkan SMK Mini atau Balai Latihan Kerja (BLK) plus untuk meningkatkan kualitas SDM. Pengembangan SMK Mini ini juga dipadukan dengan pendidikan di pesantren. Gubernur Jatim Soekarwo menyatakan fokus pendidikan SMK ini di bidang vokasional. Pendidikan dan kesehatan menjadi kunci penting bagi kemajuan sumber daya manusia (SDM). Dua hal ini sangat mempengaruhi kualitas SDM menjadi baik atau tidak. Sebab, jika pendidikan dan kesehatan rendah maka kualitas SDM juga berpengaruh. SMK mini kebanyakan gandeng dengan pondok pesantren. Karena pemerintah juga berkepentingan meningkatkan keterampilan dari para santri agar pascamondok mereka tidak kesulitan mencari pekerjaan. (Ali)

Jumat, 05 Januari 2018

UPK DHARMA AGUNG potensi yang belum dapat perhatian

     Kunir, 05 januari 2018. Sebagai bagian dari penggerak perekonomian kerakyatan UPK DHARMA AGUNG yang menempati kantor di desa  kunir lor No.100 sejak 03/05/2016 ini bisa dibilang sukses menjalankan berbagai program usaha yang berbasis usaha perekonomian masyarakat dengan indikator makin meningkatnya surplus usaha yang dijalankan sehingga dana sosial yang diberikan kepada masyarskat makin meningkat pada tahun buku 2016 total dana sosial untuk masyarakat senilai 30 juta rupiah dan pada tahun buku 2017 46 juta rupiah.

     Selain dana sosial yang tiap tahun rutin dibagikan kepada RTM ( rumah tangga miskin ) UPK yang wilayah kerjanya meliputi 11 desa dalam lingkup Kecamatan Kunir ini juga memiliki unit usaha pertokoan yang sangat bermanfaat bagi warga sekitar selain lokasinya yang berada di dekat pemukiman warga desa juga harganya sangat terjangkau oleh masyarakat sekitar.

     Disisi lain UPK DHARMA AGUNG yang memiliki karyawan 5 orang ini setidaknya telah menjadi contoh usaha yang dibangun mirip koperasi yang ke untungannya ( surplus ) dari usaha 15% untuk sosial di wilayah kerjanya.

     SPP (simpan pinjam perempuan) sebagai unit asaha andalan dana bergulir yang sudah di salurkan pada tahun 2017 sebesar 3,3 milyar rupiah yang terdiri dari 216 kelompok.

     " Semoga pada 2018 ini setidaknya ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Lumajang dalam bentuk bantuan  untuk penguatan kelompok binaan yang sudah ada sehingga akan benar- benar menjadi penggerak ekonomi yang cukup diperhitungkan di Kabupaten Lumajang " demikian harapan Supar Spi selaku ketua UPK DHARMA AGUNG. (Adi)

Minggu, 03 Desember 2017

Bupati Lumajang Meresmikan Kantor UPT-BPP Baru Di Kec. Kunir

Sambutan Bupati Lumajang
Kunir (03 Desember 2017). Bertempat di desa Kunir lor Kecamatan Kunir, Bupati Lumajang As'at Malik, M.Ag bersama Kepala dinas Pertanian Kabupaten Lumajang yang didampingi beberapa staf dan karyawan di lingkungan dinas Pertanian Kabupaten Lumajang meresmikan kantor baru Unit Pelayanan Tehnis Balai Penyuluh Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Kunir. 
Penanda-tanganan Prasati Kantor UPT-BPP Baru





Dalam sambutannya Ir. Paiman menyampaikan, dengan adanya kantor baru beliau berharap Pelayanan kepada para petani dan gapoktan diwilayah UPT-BPP KECAMATAN KUNIR makin dirasakan dampaknya baik dari segi Pelayanan maupun dari segi inovasi di lapangan sehingga hasil pertanian para gapoktan dan petani dapat meningkat. Kepada para pegawai UPT-BPP Kecamatan Kunir beliau sangat menekankan agar Pelayanan sangat diperhatikan guna mencapai dan memertahankan LUMAJANG sebagai predikat Lumbung pangan Jawa-Timur dan kesuburan tanah tetap terjaga secara berkesinambungan.

Pemotongan Pita oleh Bupati Lumajang

Bupati Lumajang meninjau ruang Kantor UPT-BPP Baru 

Bupati Lumajang foto bersama Muspika Kec. Kunir

Dalam acara yang dikemas secara cukup sederhana itu Ir. Paiman menyampaikan pula, bahwa sengaja semua acara dibuat sederhana sebagai cermin karaktet para pahlawan pangan ini sangatlah sederhana walaupun dalam melimpahnya rejeki. Kesederhanaan tersirat dari wajah-wajah petani kita patut menjadi tauladan
Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan mengambil judul dewi sri yg dimainkak oleh dalang Ki. Yoyok Risdianto ini merupakan sebagai tanda syukur para petani yang berada di wilayah Kecamatan Kunir yang kantornya baru diresmikan agar kedepan hasilnya makin melimpah sesuai yang digambarkan tokoh dewi sri sebagai dewi padi.

Bupati Lumajang As'at Malik, M.Ag menyambut baik atas diresmikannya Kantor UPT-BPP tersebut agar fungsinya dimaksimalkan, benar-benar menjadi tempat para petani dan gapoktan meningkatkan hasil Pertaniannya.

Bapak bupati berpesan semoga Pelayanan nanti makin meningkat dan hasil pertanian panjenengan senantiasa mendapatkan berkah, demikian kata beliau yang diamini oleh semu hadirin.

Selasa, 23 Juni 2015

POTENSI DESA SE-KECAMATAN KUNIR

Desa dalam arti luas adalah bentuk kesatuan administrative yang disebut juga kelurahan, lalu lurah adalah kepala desa. Memang ada definisi lain tentang berangkatnya dari desa sebagai permukiman, sebagai berikut: suatu tempat daerah atau daerah di mana  penduduk berkumpul dan hidup bersama di mana mereka dapat menggunakan lingkungan setempat untuk mempertahankan, melangsungkan dan mengembangkan kehidupan mereka.
Dalam definisi tersebut tersorat adanya tiga unsure yaitu penduduk, tanah dan bangunan. Karena masing-masing unsure itu lambat atau cepat  mengalami perubahan maka desa sebagai pola permukiman bersifat dinamis. Secara geografis manusia sebagai penghuni desa selalu melakukan adaptasi spatial dan ekologis sederap dengan kegiatannya dalam bidang agraris.
Adapun yang menjadi pokok dasar dalam penulisan ini adalah berbicara tentang bagaimana potensi desa  dan apa saja yang factor-faktor yang meliputi seiring denga perkembangannya. Potensi desa disini meliputi sumber-sumber alami dan sumber manusiawi yang tersimpan dan yang dapat diharapkan manfaatnya bagi kelangsungan dan perkembangan desa.
Potensi desa yang ada meliputi potensi fisik dan non fisik. Dilihat dari segi permasalahan desa, memang suatu desa itu sudah diciptakan masing-masing memuliki potensi yang beranekakaragam potensi dan bergerak dan berkembangnya pun suatu potesi itu juga karena ada asupan dari sumberdaya manusia itu sendiri dan di tunjang juga dengan faktor ekonomi, psikologi, pertanian dan geografi dan administrasi, sehingga desa tersebut bias dilanjutkan kelestariannya sebagai desa yang memiliki potensi.
Di kecamatan kunir hampir semua desa mempunyai potensi yang cukup baik, dan bisa bernilai ekonomi,dan berdampak baik untuk masyarakat setempat, berikut ini potensi yang dimiliki oleh semua desa yang ada di kecamatan Kunir: 

1. DESA JATI MULYO
Kerapan Sapi

Pantai Pak Rupa

Pertanian Padi

2. DESA JATIREJO
Perkebunan Tebu

Pertanian Padi

3. DESA JATIGONO
Industri Pande Besi

4. DESA KUNIR KIDUL
Industri Pembuatan Tahu

Industri Pengrajin Bambu

Pengrajin Batik

5. DESA KUNIR LOR
Industri Genteng

Pengrajin Batik

6. DESA KEDONGMORO
Budaya Candi

Industri Batu Bata Merah

7. DESA DOROGOWOK
Kerap Kelinci

Kebun Buah Naga

8. DESA KABUARAN
Perkebunan Tebu

Perkebunan Buah Naga

9. DESA KARANGLO
Artevak

Bibit Perkebunan

Budidaya Bibit Ikan Lele

10. DESA SUKOSARI


Pengrajin Tali Tampar



11. DESA SUKOREJO
Pertanian Padi

Industri Batako

Senin, 20 April 2015

Gubernur Jatim Tinjau Pameran Produk IT KIM Kab. Lumajang

Nganjuk (20/04). Usai pembukaan Pekan KIM se-Jawa Timur ke VIII oleh Gubernur Jatim, DR. Soekarwo yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Nganjuk. Dilanjutkan dengan acara Ngobrol Pinter (NGOPI) bersama Pak Dhe Karwo dengan nara sumber Pakar Komunikasi dan Informasi, Suko Widodo dengan tema "Peran dan fungsi KIM untuk menyongsong MEA."

Kunjungan Pak Dhe Karwo beserta rombongan
ke Stand Pameran KIM Kab. Lumajang
Menurut Gubernur Jatim, DR. Soekarwo, bahwa KIM ini sangat berperan penting untuk masyarakat, dengan penyelenggaraan pekan KIM sebagai jawaban terhadap peningkatan SDM di bidang pengolahaan informasi dan pemanfaataan TIK terutama baagi masyarakat Jawa Timur. Dan juga KIM berperan sebagai penyebaran informasi positif utama dalaam pengembangan UMKM. Diharapkan Peran KIM Berbasis Teknologi Informasi Siap Bersaing di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN ( MEA) 2015.

”Peran penting penyebaran informasi yang berbasis IT sangat bisa menjadi ujung tombak untuk mendukung promosi potensi daerah, baik pesona wisata, produk-produk unggulan daerah yanag ada di daerah, serta UMKM, yang semuanya itu akan ditampilkan melalui brosur, leaflet, kalender, video maupun blog KIM”. (himbauan dari Pak Dhe Karwo)

KIM Kunir Mas dan KIM Nawala dengan
Humas Kab. Lumajang dan Panitia Pekan KIM Kota Ngajuk
Dilanjutkan Gubernur Jatim didampingi Kadis Kominfo Jatim, dan Bupati Nganjuk untuk peninjauan ke stand produk IT masing-masing KIM yang mengikuti kegiatan Pekan KIM se-jatim ke VIII. Berbagai produk unggulan yang dimiliki  masing-masing daerah ditampilkan pada masing-masing stand pameran. Dengan sistem promosi berbasis IT yang sudah dilakukan oleh KIM, diharapkan bisa diterapkan dalam pekan KIM kali ini. Hal ini sesuai dengan anjuran dari Dinas Kominfo Propinsi Jawa Timur.


Gubernur Jatim sangat antusias saat mengunjungi stand pameran dari KIM Kabupaten Lumajang, dengan produk unggulan yg berasal dari Kabupaten Lumajang, yakni Pisang Agung dan Kripik Pisang sudah bisa terjual keluar pulau. Sedangkan untuk Pisang Mas Kirana yang merupakan produk unggulan pertanian Desa Senduro Kabupaten Lumajang yang sudah sangat dikenal diberbagai daerah, Pak Dhe Karwo juga sangat semangat sekali menjelaskan kepada rombongan peninjau stand pameran karena Pisang Mas Kirana ini juga merupakan salah satu produk unggulan pertanian di Jawa Timur yang berasal dari Kabupaten Lumajang.

Suasana Stand Pameran KIM Kab. Lumajang

KIM Kunir Mas mempunyai kesempatan bercengkrama dengan Pak Dhe Karwo, menjelaskan tentang gizi dan produk unggulan Kec. Kunir yaitu Kripik Pisang Kulit (KPK). Bahan baku Kripik Pisang Kulit (KPK) yaitu pisang kepok yang sudah dipilih dengan kwalitas terbaik. Dengan rasa penasaran, Pak Dhe Karwo mencoba kripik pisang yang diproduksi oleh KIM Kunir Mas. (Anam/Ali)