SLOGAN KIM LUMAJANG

APA KABAR KIM LUMAJANG? MAJU TERUS, TANPA PAMRIH UNTUK LUMAJANG..!!!

BAKTI SOSIAL KIM KUNIR MAS BERSAMA SMK MIFTAHUL ISLAM

Kunir (Sabtu, 19 Maret 2016) KIM KUNIR MAS bekerja sama dengan KIM SINAR HARAPAN dan KLINIK MATA "TRITYA" Surabaya mengadakan bakti sosial pengobatan mata gratis yang ditempatkan di SMK Miftahul Islam Kunir.

Perkebunan Buah Naga Di Kunir

Suasanan Panen raya Kebun Buah Naga di Desa Kabuaran Kecamatan Kunir Kab. Lumajang.

BATIK KHAS KEC. KUNIR KAB. LUMAJANG

Batik Khas Kunir yang dihasilkan oleh NANIA MAKARTI JAYA yang di kelolah oleh Bpk. Munir sekarang ini sangat terkenal di kabupaten Lumajang.

ARTEFAK KUDA KENCAK SITUS KEDUNGMORO

Ditemukan relief di Desa Kedungmoro Kec. Kunir Kab. Lumajang tepatnya di lahan pembuatan batu bata. Lahan tersebut milik Bapak Tirsam di Dusun Kedungsari Desa Kedungmoro disewakan kepada Bapak Mulyono selama 4 tahun untuk pembuatan batu bata. Awal mula ditemukan oleh Bapak Supri pada hari kamis 10 oktober 2013 sekitar jam 10 pagi

Produk Unggulan Kripik Pisang Kulit (KPK)

KIM KUNIR MAS Kec. Kunir untuk membuat kripik pisang dengan kulitnya.

Tampilkan postingan dengan label Kehutanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehutanan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 April 2014

AKSI PENANAMAN POHON UNTUK MEMPERINGATI "HARI BUMI"

Camat Kunir bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Lumajang
Kunir-Lumajang. Hari Bumi (Earth Day) pada tanggal 22 April 2014 diperingati dengan aksi tanam pohon oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Pada hari ini (22/4/2014) KIM Kunir Mas kecamatan Kunir bersama dengan SMK Miftahul Islam Kunir melakukan penanaman pohon di sepanjang jalan desa Kunir Kidul dan di sumber mata air dusun Karang Sukup desa Kunir Kidul.

Suasana ceremonial penanaman pohon
Suasana begitu meriah

Foto bersama sebelu menanam tanaman bendo
di sumber kunir kidul (HUMAS Kab. Lumajang,
siswa-siswi & guru SMK Miftahul Islam Kunir
Kegiatan ini dimulai pada pukul 06.30 WIB, yang dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang, Muspika Kecamatan Kunir. Dimana saat berlangsungnya kegiatan ini, terlebih dahulu banyak pesan yang akan di sampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang ini kepada siswa-siswi terkait dengan pentingnya peringatan Hari Bumi.

Tema peringatan Hari Bumi tahun ini “Kota Hijau” atau “Green City” diperingati oleh seluruh masyarakat dunia. Dan, yang membanggakan kegiatan ini juga dilaksanakan oleh masyarakat yang dipelopori oleh Kelompok Informasi Masyarakat Kunir Mas bersama jajaran Pembina SMK Miftahul Islam Desa Kunir Kidul dengan mengundang siswa-siswi SMP/MTs dan SMA/MA/SMK Se-Kecamatan Kunir.





Sambutan dari Dinas Kehutatan Kab. Lumajang

Masyarakat Desa Kunir Kidul (RT dan RW)

Penanaman pohon bendo yang dilakukan siswa-siswi SMK Miftahul Islam Kunir
Banyaknya masyarakat yang terlibat dengan aksi peduli lingkungan dengan menanam pohon merupakan serangkaian aksi kegiatan “Ini Pohonku” yang digagas oleh KIM se Kabupaten Lumajang yang berlangsung di Pemandian Alam Selokambang pada bulan Maret kemarin. KIM binaan Bagian Humas itu berkomitmen untuk terus menggalakkan kegiatan “Ini Pohonku” di seluruh kecamatan untuk meng-hutankan Lumajang.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nurul Huda, Camat Kunir Suyono, Danramil Kunir Sugir berlangsung di halaman SMK Miftahul Islam Kunir itu berlangsung semarak. Sejak pagi sekitar 200 Siswa SMK Miftahul Islam Kunir datang berduyun duyun ke lokasi acara dengan membawa berbagai jenis pohon. Bahkan berbagai elemen masyarakat diantaranya tokoh masyarakat, kepala dusun, perangkat desa, personil Koramil kecamatan Kunir ikut membaur bersama siswa. 

Himbauan P. Ali Murtadho, S.Pd kepadasemua siswa untuk menanam pohon
keceriaan bersama siswa 

“Untuk kelestarian bumi perlu terus digalakkan menanam pohon. Tanaman mempunyai fungsi hidrologis, hujan yang turun ke bumi akan meresap ke tanah dan dapat melanggengkan sumber mata air, “ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nurul Huda saat memberikan pengarahan di hadapan ratusan siswa SMK Miftahul Islam Kunir dan masyarakat. Ia juga menyampaikan rasa bangganya kepada KIM Kunir Mas dan masyarakat Kunir yang memaknai Hari Bumi ini dengan melakukan penanaman 150 pohon Mahoni dan 50 pohon Bendo di sumber mata air.

Selasa, 17 Desember 2013

Kado Kecil Dari KIM Untuk Lumajang, dalam LCCK KIM Se-Kab. Lumajang

Peserta Lomba sedang presentasi
Lumajang, (17/12). Gerakan "Ini Pohonku" adalah sebuah gerakan yang yang digagas HUMAS Kab. Lumajang adalah sebuah aksi penyelamatan hutan kita dari Global Warming atau Pemanasan Global dimana launcingnya dilaksanakan di Pendopo Kab. Lumajang. Acara tersebut digabung dengan acara GRAND FINAL Lomba Cerdas Cermat Komunikatif (LCCK). 

Acara ini juga ada agenda ngobrol bareng dengan masyarakat melalui obrolan video yang diperagakan oleh Bapak Wakil Bupati (H. Drs. As'at M. Ag) dengan camat Tempursari dan Yosowilangun.
Hiburan dari band asli Lumajang


Para Juri LCCK

Canda Tawa Kim KUNIR MAS


KIM KUNIR MAS Kec. KunirMenawarkan Produk Keripik Pisang dengan Kulitnya.

Kegiatan ini melibatkan 21 KIM Se-Kab. Lumajang, diawali dengan pengumpulan 50 biji-bijian dari 21 KIM untuk selanjutnya ditanam di polyback. Acara yang melibatkan 210 orang anggota Kelompok Informasi Masyarakat ini nantinya diharapkan menjadi awal menuju Kota Lumajang yang hijau, sebagai upaya menyelamatkan bumi kita. Dengan harapan Kota Lumajang menjadi julukan Kota Pisang ini menjadi daerah yang Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo dan dengan warganya yang ramah tamah membuat siapapun betah tinggal di Kota yang tanggal 15 Desember ini genap berusia 758 tahun. 
Juara Satu, Yaitu KIM Sinar Harapan Kec. Tekung

Juara 2, Kim Wijaya Kusuma Kec. Rowokangkung

Juara 3, yaitu Kim Kunir Mas Kec. Kunir

Selamat Hari Jadi Ke-758, Semoga Warga Lumajang Semakin Cinta Kepada Kota Yang Indah Ini. Amin

Akibat Kerusan Hutan Yang Gundul

Contoh Hutan yang gundul
” Ringkasan hasil penelitian saya dan mahasiswa pada beberapa tanah dilereng yg ada di Minahasa dan Bitung Sulawesi Utara “, banyak faktor penyebabnya lainnya tapi ini kira2 sebagai akibat dari penggundulan hutan terhadap pendangkalan danau Tondano dan juga sedimentasi ke sungai dan laut

Pengaruh buruk penggundulan hutan, terutama di musim penghujan yang saat ini terjadi menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Pada tanah yang permukaannya telah gundul (tanpa tanaman-tanaman pelindung), yang diakibatkan oleh penebangan liar yang terus menerus akan menyebabkan lapisan-lapisan tanah permukaan lebih cepat mengalami kehilangan atau erosi. Dengan kata lain, pada daerah yang gundul kemungkinan terjadinya erosi akan lebih tinggi. Pada dasarnya, hutan melindungi tanah secara baik. Hutan biasanya menjaga laju evapotranspirasi tetap tinggi. Demikian pula halnya dengan intersepsinya terhadap air hujan dan kapasitas infiltrasi tanah di bawah hutan biasanya tetap tinggi. Dengan demikian, jumlah air limpasan yang dihasilkan oleh hutan rendah. Sehingga laju erosi tanah di hutan mendekati nol. Permasalahan erosi timbul manakala keseimbangan hutan terganggu, baik melalui pembalakan liar maupun kebakaran hutan yang dapat menyebabkan terbakarnya pepohonan, semak maupun rumput yang ada. Akibatnya erosi tak dapat terelakkan lagi.

Akibat hutan gundul, yaitu banjir
Erosi mempunyai dampak yang sangat luas. Kerusakan dan kerugian tidak saja dialami di daerah dimana erosi terjadi (daerah hulu), akan tetapi juga oleh daerah yang dilewati aliran endapan (daerah tengah), dan daerah hilir. Secara spesifik, kerugian akibat erosi di daerah hulu antara lain mengakibatkan menurunnya kualitas lahan pertanian yang menyebabkan berkurangnya produktivitas lahan-lahan tersebut yang berarti juga akan terjadi peningkatan biaya yang dibutuhkan untuk mengembalikan tingkat kesuburan tanah. Dampak buruk yang disebabkan erosi lebih lanjut adalah antara lain pendangkalan saluran yang diakibatkan sedimentasi dan berujung banjir, serta menurunnya kekuatan tanah sehingga menyebabkan kelongsoran yang berujung kepada banyaknya korban jiwa.

Erosi sebenarnya dapat diduga bila kita mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan erosi itu sendiri. Faktor-faktor itu adalah interaksi kerja antara faktor iklim R (semakin tinggi curah hujan, erosi semakin besar, dan sebaliknya), faktor tanah K (kepekaan tanah terhadap erosi atau mudah tidaknya tanah itu tererosi), faktor topografi LS, faktor penutup lahan C (vegetasi mempunyai pengaruh yang penting dalam mengurangi erosi), dan faktor kegiatan/perlakuan manusia P (tindakan perbaikan lahan). Dengan mengendalikan faktor-faktor penyebab di atas, maka besarnya laju erosi (A) yang timbul sebenarnya bisa kita analisa dengan menggunakan metode yang diusulkan oleh Wischmeier & Smith (1978), yaitu metode USLE (Universal Soil Loss Equation) atau PUKT (Persamaan Umum Kehilangan Tanah), dengan rumus:

A = R . K . LS . C . P

Sebagai contoh, areal lahan hutan gundul (*faktor C = 1) dengan kondisi permukaan berupa galian kasar dan tidak beraturan (*faktor P = 0,9) seluas 100 ha dengan kemiringan 10% (*faktor LS = 7,85), karakteristik tanah pasir berlempung (*faktor K = 0,51), dengan curah hujan harian yang cukup tinggi 56,4 mm (*faktor R = 50,564), maka besar laju erosi yang terjadi adalah merupakan hasil perkalian kelima faktor di atas, yaitu 182,19 ton/ha/hari.

Dari hasil di atas, dapat dibayangkan betapa banyaknya tanah yang tererosi per hari yang diakibatkan oleh karena pembalakan liar. Seandainya hujan terus melanda areal hutan setiap hari, apabila di daerah pinggir hutan yang berdekatan dengan sungai, maka dapat dipastikan terjadinya pengendapan pada sungai dapat menyebabkan pendangkalan yang berujung kepada banjir. Begitu pun apabila pada areal hutan, curah hujan yang terjadi setiap harinya cukup lama dan cukup deras resistensinya dengan kemiringan lahan semakin curam, maka kekuatan tanah sudah pasti akan menurun sehingga kelongsoran pun tak terelakkan lagi. Hal ini tentu saja berdampak buruk bagi masyarakat yang tinggal di daerah bantaran hutan tersebut. Kerugian material bahkan korban jiwa bisa saja terjadi. Bisa dibayangkan betapa besarnya bahaya yang mengancam jiwa manusia setiap waktu.

Penghijauan hutan
Karena itulah maka usaha penghutanan kembali (reboisasi) tanah-tanah gundul harus segera dilaksanakan sebelum terjadi kerugian yang lebih besar lagi. Penghutanan kembali itu memerlukan kerjasama yang solid antara pemerintah dengan masyarakat dimana pemerintah menyediakan segala pembiayaan dan sarana-sarananya, sedang masyarakat menunjukkan partisipasinya dengan kegiatan-kegiatan yang nyata, yaitu memelihara, menjaga, dan mengawasi sesuai dengan arah perjuangan pembangunan jangka panjang. Oleh karena itu, marilah kita melestarikan hutan kita agar tidak terjadi hal-hal yang tentu saja tidak diinginkan dampaknya oleh semua pihak.