SLOGAN KIM LUMAJANG

APA KABAR KIM LUMAJANG? MAJU TERUS, TANPA PAMRIH UNTUK LUMAJANG..!!!

BAKTI SOSIAL KIM KUNIR MAS BERSAMA SMK MIFTAHUL ISLAM

Kunir (Sabtu, 19 Maret 2016) KIM KUNIR MAS bekerja sama dengan KIM SINAR HARAPAN dan KLINIK MATA "TRITYA" Surabaya mengadakan bakti sosial pengobatan mata gratis yang ditempatkan di SMK Miftahul Islam Kunir.

Perkebunan Buah Naga Di Kunir

Suasanan Panen raya Kebun Buah Naga di Desa Kabuaran Kecamatan Kunir Kab. Lumajang.

BATIK KHAS KEC. KUNIR KAB. LUMAJANG

Batik Khas Kunir yang dihasilkan oleh NANIA MAKARTI JAYA yang di kelolah oleh Bpk. Munir sekarang ini sangat terkenal di kabupaten Lumajang.

ARTEFAK KUDA KENCAK SITUS KEDUNGMORO

Ditemukan relief di Desa Kedungmoro Kec. Kunir Kab. Lumajang tepatnya di lahan pembuatan batu bata. Lahan tersebut milik Bapak Tirsam di Dusun Kedungsari Desa Kedungmoro disewakan kepada Bapak Mulyono selama 4 tahun untuk pembuatan batu bata. Awal mula ditemukan oleh Bapak Supri pada hari kamis 10 oktober 2013 sekitar jam 10 pagi

Produk Unggulan Kripik Pisang Kulit (KPK)

KIM KUNIR MAS Kec. Kunir untuk membuat kripik pisang dengan kulitnya.

Tampilkan postingan dengan label Candi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Candi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2015

POTENSI DESA SE-KECAMATAN KUNIR

Desa dalam arti luas adalah bentuk kesatuan administrative yang disebut juga kelurahan, lalu lurah adalah kepala desa. Memang ada definisi lain tentang berangkatnya dari desa sebagai permukiman, sebagai berikut: suatu tempat daerah atau daerah di mana  penduduk berkumpul dan hidup bersama di mana mereka dapat menggunakan lingkungan setempat untuk mempertahankan, melangsungkan dan mengembangkan kehidupan mereka.
Dalam definisi tersebut tersorat adanya tiga unsure yaitu penduduk, tanah dan bangunan. Karena masing-masing unsure itu lambat atau cepat  mengalami perubahan maka desa sebagai pola permukiman bersifat dinamis. Secara geografis manusia sebagai penghuni desa selalu melakukan adaptasi spatial dan ekologis sederap dengan kegiatannya dalam bidang agraris.
Adapun yang menjadi pokok dasar dalam penulisan ini adalah berbicara tentang bagaimana potensi desa  dan apa saja yang factor-faktor yang meliputi seiring denga perkembangannya. Potensi desa disini meliputi sumber-sumber alami dan sumber manusiawi yang tersimpan dan yang dapat diharapkan manfaatnya bagi kelangsungan dan perkembangan desa.
Potensi desa yang ada meliputi potensi fisik dan non fisik. Dilihat dari segi permasalahan desa, memang suatu desa itu sudah diciptakan masing-masing memuliki potensi yang beranekakaragam potensi dan bergerak dan berkembangnya pun suatu potesi itu juga karena ada asupan dari sumberdaya manusia itu sendiri dan di tunjang juga dengan faktor ekonomi, psikologi, pertanian dan geografi dan administrasi, sehingga desa tersebut bias dilanjutkan kelestariannya sebagai desa yang memiliki potensi.
Di kecamatan kunir hampir semua desa mempunyai potensi yang cukup baik, dan bisa bernilai ekonomi,dan berdampak baik untuk masyarakat setempat, berikut ini potensi yang dimiliki oleh semua desa yang ada di kecamatan Kunir: 

1. DESA JATI MULYO
Kerapan Sapi

Pantai Pak Rupa

Pertanian Padi

2. DESA JATIREJO
Perkebunan Tebu

Pertanian Padi

3. DESA JATIGONO
Industri Pande Besi

4. DESA KUNIR KIDUL
Industri Pembuatan Tahu

Industri Pengrajin Bambu

Pengrajin Batik

5. DESA KUNIR LOR
Industri Genteng

Pengrajin Batik

6. DESA KEDONGMORO
Budaya Candi

Industri Batu Bata Merah

7. DESA DOROGOWOK
Kerap Kelinci

Kebun Buah Naga

8. DESA KABUARAN
Perkebunan Tebu

Perkebunan Buah Naga

9. DESA KARANGLO
Artevak

Bibit Perkebunan

Budidaya Bibit Ikan Lele

10. DESA SUKOSARI


Pengrajin Tali Tampar



11. DESA SUKOREJO
Pertanian Padi

Industri Batako

Senin, 21 Oktober 2013

Ditemukan Lagi, Bangunan Menyerupai Candi

Artefak Peninggalan Purbakala
Di Desa Dorogowok Kec. Kunir
 
Lumajang (Minggu, 20/10), Warga desa Kedungmoro kecamatan kunir berinisiatif untuk menggali tanah sebelah timur ± 3 meter dari  lokasi penemuan artefak. Pada hari jum’at (18/10) kemarin, Pemilik tanah bernama P.Buasan setelah  digali kedalaman beberapa cm, warga menemukan tatanan batu bata yang sama, seperti di temukan di tempat penemuan Artefak kemarin. Warga mencoba untuk menggali lebih lebar ternyata makin terlihat seperti pondasi atau tembok yang rubuh.

Dinas Pariwisata, “Disini memang kemarin sudah diduga kalau ada bangunan karena sudah ditemukan bongkaran – bongkaran bangunan, tetapi dari dinas pariwisata tidak diperbolehkan untuk melanjutkan penggalian, dikarenakan takut merusak dari bangunan itu sendiri. Kalau asal digali saja dan diambil batu batanya satu persatu hanya akan merusak dan tak akan utuh lagi.”

Dinding Candi 

Dinding Candi


Antusias warga sangat besat
“Memang kata orang dulu itu di tanah ini memanag ada bangunan seperti kerajaan. Sebelah barat yang ditemukan Artefak kemarin itu hanya pintu masuk atau gapura untuk menuju kerajaan. Dahulu pernah digali dan hanya menemukan batu bata saja, tetapi tidak diteruskan. Setelah ada kejadian ditemukan Artefak kemarin, warga bergegas untuk menggali tanah tersebut” ungkap Bambang salah satu warga kedungmoro. 


Bongkahan Dinding Candi
"Kami tidak melaporkan kekepolisian terlebih dahulu karena di khawatirkan banyak orang tahu dan ramai lagi. Pernah Juga beberapa warga yang mencari rumput di daerah itu sering melihat sosok wanita yang memakai pakaian layaknya kostum penari india, mirip dengan foto – foto yang beredar sekarang ini. Tetapi sesosok wanita itu hanya menampakkan dirinya pada seorang wanita saja dan kejadian itu sering terjadi di siang hari" tambahnya.

Rencananya warga tetap akan melanjutkan penggalian walaupun sudah ditegur oleh Dinas Pariwisata karena merasa penasarannya yang besar dengan temuan – temuan tersebut. Tanah yang saat ini sudah tergali  ± 4 m^2 dari tanah seluas ± 300 m^2 yang diduga kuat tedapat bangunan prasejarah tersebut.

(By Ali - Kim Kunir Mas Kec. Kunir)