BAKTI SOSIAL KIM KUNIR MAS BERSAMA SMK MIFTAHUL ISLAM

Kunir (Sabtu, 19 Maret 2016) KIM KUNIR MAS bekerja sama dengan KIM SINAR HARAPAN dan KLINIK MATA "TRITYA" Surabaya mengadakan bakti sosial pengobatan mata gratis yang ditempatkan di SMK Miftahul Islam Kunir.

Perkebunan Buah Naga Di Kunir

Suasanan Panen raya Kebun Buah Naga di Desa Kabuaran Kecamatan Kunir Kab. Lumajang.

BATIK KHAS KEC. KUNIR KAB. LUMAJANG

Batik Khas Kunir yang dihasilkan oleh NANIA MAKARTI JAYA yang di kelolah oleh Bpk. Munir sekarang ini sangat terkenal di kabupaten Lumajang.

ARTEFAK KUDA KENCAK SITUS KEDUNGMORO

Ditemukan relief di Desa Kedungmoro Kec. Kunir Kab. Lumajang tepatnya di lahan pembuatan batu bata. Lahan tersebut milik Bapak Tirsam di Dusun Kedungsari Desa Kedungmoro disewakan kepada Bapak Mulyono selama 4 tahun untuk pembuatan batu bata. Awal mula ditemukan oleh Bapak Supri pada hari kamis 10 oktober 2013 sekitar jam 10 pagi

Produk Unggulan Kripik Pisang Kulit (KPK)

KIM KUNIR MAS Kec. Kunir untuk membuat kripik pisang dengan kulitnya.

Kamis, 16 November 2017

JATIGONO MEMILIH PEMIMPIN





Perhelatan 6 Tahunan di Desa Jatigono memasuki penetapan nomor urut calon, pada acara yang diadakan di Kantor PEMDA Kabupaten Lumajang di Ruang Nara Riakirana pada 15/11/2017 itu menentukan urutan calon peserta Pilkades sebagai berikut :

5019 warga Jatigono yang mempunyai hak pilih sesuai yang terdaftar pada DPT (Daftar Pemilih Tetap) akan memilih pemimpinnya untuk membawa desa ini menjadi lebih baik Enam Tahun Kedepan menjadi sangat penting mengingat Desa Jatigono adalah desa yang penduduknya sangat kritis dalam menyikapi kebijakan pemerintahan desa. Momen Pilkades inilah sebagai momen untuk menentukan kepala yang kebijakannya nanti diharapkan berpihak pada rakyat kecil dan tepat sasaran.

Itulah harapan salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya ketika ditanya tentang 5 Calon yangm bakal mengikuti kompetisi memperebutkan Kursi Kepala Desa Periode 2017 - 2024. (ADI/KIM/KNR)


Pilkades Serentak Delapan Desa, 25 Calon Sudah Undi Nomor Urut

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Patria Dwi Hastiadi


Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Lumajang, yang akan digelar pada 06 Desember 2017 mendatang. Saat ini sudah masuk pada tahapan penetapan bakal calon kepala desa (Balon Kades) menjadi Calon Kepala desa (Cakades), untuk selanjutnya dilaksanakan undian nomor urut bagi masing-masing cakades.
Hal itu, seperti yang dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana Pilkades serentak Kabupaten Lumajang yakni, Dinas Pemberdayaan Dan Pemerintahan Desa menggelar Rapat Pleno Penetapan nama calon dan pengundian nomor urut di Lantai tiga Kantor Pemkab setempat, Selasa (15/11).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Patria Dwi Hastiadi mengatakan, tahapan Pilkades serentak sudah memasuki tahapan ke 20 dari 26 tahapan yang ada.
"Dari masing-masing tahapan petapan pilkades serentak dari bakal calon menjadi calon, diikuti dengan kegiatan berikutnya seperti pengundian nomor urut, penetapan nama, foto dan sebagainya sebagai proses untuk tahapan berikutnya," kata dia.
Terpantau 25 Cakades menghadiri pengundian nonor urut. Ada delapan Desa dari enam Kecamayan di Lumajang akan menggelar serentak yakni, Desa Tempeh Lor, Tempeh Tengah Kecamatan Tempeh, Desa Tukum, Kecamatan Tekung.
Desa Umbul, Kecamatan Kedungjajang, Desa Jatigono, Kecamatan Kunir, Desa Penanggal, Desa Candipuro Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Tempurejo Kecamatan Tempursari.
"Dari delapan desa di enam kecamatan sudah terjaring 25 bakal calon. Dari delapan desa sudah memenuhi kuota," ungkap Patria.
Sementara menjelang Pelaksanaan Pilkades 06 Desember mendatang. Hingga detik ini kondisi masih terbilang aman. Patria menjelaskan, dimanika proses berjalan tertib aman dan lancar.
Selanjutnya, bakal calon yang sudah naik statusnya menjadi calon akan mendapatkan nomor urut sehingga mereka nanti bisa melaksanakan sosialisasi.
"Memasang benner, gambar sebagainya sesaui dengan prosesur yang berlaku. Kalau melanggar akan ditindak sesaui sesuai aturan yang telah ditetapkan," tutur Patria (ARF/KIM/KNR)

Selasa, 14 November 2017

UPAYA KIM KUNIR MAS MEMBANGUN SENERGITAS DENGAN KEPALA DESA KUNIR KIDUL


Dalam rangka memadukan program KIM KUNIR MAS dengan semua kepala desa di wilayah kecamatan kunir, pada hari selasa 14/11/2017. Mengadakan diskusi dan serap informasi dengan Kepala Desa Kunir Kidul HASYIM NAWAWI. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa yang sedang giat membangun " Kampoeng Tahu " ini sangat antusias menerima KIM KUNIR MAS. Ditunjukkan dengan terjadinya informasi saling timbal balik.

Kedepan Kepala Desa termuda di wilayah kecamatan kunir berharap sekali agar Kim selalu memberikan informasi tentang pembangunan yang ada di wilayahnya agar masyarakat minimal di wilayah kunir mengetahui informasi pembangunan dan kebijakan yang telah diambil pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kunir kidul

Tak Ada Sosok yang Sukses Tanpa Peran dan Sentuhan Guru


Tidak ada sosok yang sukses tanpa peran dan sentuhan guru. Demikian isi sambutan Bupati Lumajang, Drs. H. As’at Malik M.Ag., saat menghadiri Apel HUT ke-72 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional tahun 2107, di Stadion Semeru Lumajang, Minggu (12/11/2017). Dalam kesempatan tersebut secara simbolis Bupati Juga menyerahkan Satu Unit Mobil untuk operasional dari Pemkab Lumajang kepada PGRI Kabupaten Lumajang. Selain satu unit Mobil, Bupati menyerahkan SK Guru Tidak Tetap (GTT) secara simbolis, diberikan kepada guru TK, SD dan SMP.
Drs. H. As’at Malik M.Ag. menyampaikan, Guru dan PGRI tidak bisa dipisahkan. Sejarah telah membuktikan, perjuangan guru melalui wadah PGRI telah diasah sejak tahun 1945. Guru memiliki peran yang sangat mulia dan amat strategis. “Di tangan para guru dan tenaga pendidikan masa depan bangsa kita menjadi taruhan. Melalui anak – anak peserta didik di lembaga pendidikan sekarang ini, akan menentukan masa depan bangsa,” ujarnya yang di informasikan Humas Pemkab Lumajang, Senin(13/11/2017).
Bupati menyampaikan, pemerintah selama ini telah mengupayakan banyak hal agar para guru semakin profesional. Upaya tersebut akan sia-sia tanpa keinginan keras dari pihak guru itu sendiri. Profesionalisme guru, khususnya berkaitan dengan tugas profesinya selain sebagai pembelajar juga harus tetap dioptimalkan sebagai pendidik. Artinya, sekalipun dengan kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi, namun guru harus melakukan peran ganda yang tidak akan bisa digantikan, karena guru pasti dilakukan dengan hati, pikiran dan perbuatan, terutama untuk menyiapkan generasi yang berkarakter. “Tidak ada sosok sukses yang tidak melewati sentuhan guru, kita bisa berdiri tegak saat ini juga karena pernah ditempa oleh para guru,” terang Bupati.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, H. Agus Wicaksono, S.Sos. Mengatakan, Peringatan HUT PGRI dan Peringatan Hari Guru Nasional merupakan yang istimewa karena dalam kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI dan seluruh jajaran Forkopimda Kab. Lumajang. Itu semua bukti bahwa sinergitas yang dilakukan oleh PGRI dengan Pemerintah Daerah, salah satunya dari unsur penyelenggaraan daerah (DPRD). “Sinergitas komunikasi harus diperhatikan dan ditingkatkan, karena apabila sinergitas PGRI terbangun, maka mutu atau kualitas pendidikan di Kabupaten Lumajang akan terbangun,” jelas Ketua DPRD.
Hal senada dikatakan oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Dr. Unifa Rosidi, S.Pd., M.Pd., PGRI disemua jajaran merupakan mitra strategis pemerintah untuk membangun pendidikan di Indonesia, Presiden telah berkomitmen untuk terus membangun dan memberikan hak-haknya guru. Indonesia ada 3 persoalan yang di identifikasi oleh PGRI, diantaranya persoalan kualitas guru, kuantitas kekurangan guru dan kedaulatan profesi guru. “karena guru tidak bisa digantikan oleh teknologi apapun dan guru mengabdikan diri yang luar biasa untuk merubah dunia. Jangan sampai guru menjadi obyek tetapi kita harus bersama – sama mendorong untuk berdaulat profesinya,” pungkasnya.

Kesalahan Input Data Nama PPS Oleh KPU, Panwaslu Kirim Surat Klarifikasi



Kesalahan data penetapan tga besar anggota Panitia Pemungut Suara (PPS) Desa Sumberejo, Kecamatan Sumberejo yang dilakukan KPU Lumajang Panitia Pengawas Pemilu langsung merespon kesalahan tersebut.

Menurutnya Kesalahan meloloskan nama- nama anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara) oleh KPU Kabupaten Lumajang yang seharusnya tidak lolos karena tidak ikut tes tulis dan tes wawancara, bukan kesalahan biasa.

"Ada dua nama yang tidak ikut tes tulis dan tes wawancara tapi dimasukkan dalam penetapan PPS di KPU Kabupaten Lumajang"Ujar Amin Shobari, anggota Panwaslu Kabupaten Lumajang Bagian Penindakan Pelanggaran.

Untuk itu, KPU Lumajang untuk lebih berhati-hati agar tidak membuat keselahan lagi. Kemudian, Panwaslu meluncurkan surat klarifikasi agar pengumuman penetapan anggota PPS terpilih nomor 262/PP.05.3-Pu/3508/KPU-Kab/XI/2017 dicabut.

Setelah mendapat surat dari Pawaslu, KPU Lumajang langsung merespon dengan menggelar rapat pleno. Kemudian merevisi pengumuman tersebut."tidak ada kesalahan fatal yang dilakukan KPU Lumajang,"terang Amin.

Komisioner KPU Lumajang, M. Ridhol Mujib, dihubungi sejumlah media via selulernya meminta maaf atas kesalahan tersebut.

"Tidak ada unsur kesengajaan itu murni salah input data. Waktu itu juga kami plenokan dan langsung merevisi berdasarkan temuan dan rekomendasi Panwaslu,"Pungkasnya.

Ada tiga nama yang salah input data. Masing-masing dari Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono atas nama Unggun Firman, Desa/Kecamatan Randuagung atas nama Hermanto, dan satu nama lagi dari Tempursari mengundurkan diri karena menjadi pendamping desa.

Agar tidak terjadi kesalahan lagi, KPU, ungkap Edo, panggilan karibnya, akan lebih teliti dalam mengimput data.

EKSPLORASI POTENSI DESA. KIM KUNIR MAS ADAKAN PEMOTRETAN DI HUTAN SENDANG SARI


Kecamatan Kunir adalah bagian dari Kabupaten Lumajang yang letaknya berada di wilayah bagian paling selatan untuk itu di Kecamatan ini tidak seperti di Kecamatan ainnya di Lumajang ini, seperti di daerah barat ataupun utara kota dengan sebutan kota pisang.

Namun berkat kejelian Kim Kunir Mas di sudut Desa Kedungmoro telah ditemukan hutan yang selama ini berfungsi sebagai penyelamat debet air untuk pengairan sawah di Desa Kedungmoro dan desa sekitarnya, kini hutan yang diberi nama WANA WISATA SENDANG SARI itu kini menjadi tempat wisata yang menyenangkan.


Selain udara hutan yang begitu sejak dipadu dengan pemandangan sawah yang luas. Pengundjung dapat berfoto di awal hutan yang dipenuhi pohon-pohon besar yang sudah mulai langka.







Pada hari Sabtu 11/11/2017 KIM KUNIR MAS mengadakan pemotretan di lokasi tersebut dengan menghadirkan putra daerah sebagai model dengan kegiatan tersebut diharapkan masyarakat tahu bahwa Lumajang potensi wisatanya cukup beragam dan patut dikunjungi.






AYO KE KUNIR.......
UDARA YANG SEJUK DAN MASYARAKATNYA YANG AKAN MENYAPA ANDA BEGITU RAMAH.
To Be Continued...

Senin, 23 Oktober 2017

Peringatan Hari Satri Nasional (HSN) 22 Oktober 2017 akan digelar apel besar di Alun-alun Lumajang

Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017

Peringatan Hari Satri Nasional (HSN) 22 Oktober 2017 akan digelar apel besar di Alun-alun Lumajang, Minggu (22/10). 23 ribu santri dari pelosok Lumajang akan hadir untuk mengenang perjuangan para santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
"Akan ada ribuan santari dari pelesok Lumajang yang akan hadir di Alun-alun Lumajang dalam puncak peringatan HSN," ujar Fahrur Rozi, ketua panitia HSN 2017, Sabtu (21/10/2017).
HSN berawal dari resolusi jihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dimana, penjajah kala itu ingin kembali menyerang Indonesia dan para ulama akhinya menftwakan bahwa perang melawan penjajah adalah kewajuban warga Islam.
"Hari santri ini sejarahnya dari resolusi jihad. Artinya, peran pesantren, santri dan kyai dalam perjuangan bangsa Indonesia sangat besar," jelas ketua Ansor Lumajang itu.
As'at Malik, Bupati Lumajang meminta agar santri tidak hanya berkutat pada keagamaan saja. Namun, santri harus bisa menjawab tantangan jaman di era kecepatan informasi dan teknologi.
"Menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik. Artinya, santri harus mampu menjawab tantangan jaman di era kecepatan informasi ini," tuturnya (ARF)